Breaking News:

Pasal Pembunuhan Berencana, Satu per Satu Ajudan Ditahan, Penyebab Kematian Brigadir J Semakin Jelas

Penyebab tewasnya Brigadir J semakin jelas. satu persatu ajudan Ferdy Sambo dan Istri diamankan. Aada pasal pembunuhan berencana

Editor: Budi Rahmat
Jenazah Brigadir J Dimakamkan Secara Terhormat, Upacara Kedinasan Dilakukan
Almarhum Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mendapat pemakaman terhormat usai autopsi ulang, di Jambi 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Mabes Polri Gerak Cepat. Satu persatu pesonel polisi yang terkait dengan kematian brigadir J ditahan.

Setelah Bharada E, dua orang lagi juga ditahan di dengan paal dugaan pembunuahn berencana. Yam mabes polri tak main-main dnegan pasaal yang mereka kenakan.

'Pasal 340 subsider 338 jo 55 dan 56 KUHP," ungkap Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi

Baca juga: Bharada E Plong, Buka-bukaan Terkait Kematian Brigadir J, Termasuk Sosok yang Beri Perintah Tembak

Untuk diketahui, Pasal 340 KUHP berbunyi: “Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun”.

Ya, Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan Brigadir Ricky Rizal atau Brigadir RR sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Minggu (7/8/2022).

Brigadir RR adalah ajudan PC, istri mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propoam) Polri Irjen Ferdy Sambo.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi mengungkapkan, RR kini ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim

"Namanya sudah ditahan, pasti sudah tersangka," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Andi Rian saat dikonfirmasi, Senin (8/8/2022).

Andi mengatakan penahanan terhadap Brigadir RR sejak Minggu.

Baca juga: Diungkap Bharada E, Ada Beberapa Nama Orang yang Terlibat dalam Kasus Tewasnya Brigadir J

Brigadir RR, kata dia, dijerat dengan dugaan pasal terkait pembunuhan berencana.

Diketahui, Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J meninggal dengan luka tembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Jakarta, 8 Juli 2022.

Dalam kasus ini, Bareskrim sebelumnya menetapkan Bharada E atau Richard Eliezir Pudihang Lumiu sebagai tersangka.

Brigadir E merupakan polisi yang bertugas sebagai sopir istri Irjen Ferdy Sambo. Ia dijerat dugaan pembunuhan Pasal 338 Jo Pasal 55 dan 56 KUHP. Bharada E tak dijerat pasal pembunuhan berencana

Adapun Irjen Ferdy Sambo juga telah dicopot dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri pada Kamis (4/8/2022). Dia dimutasi sebagai perwira tinggi (Pati) Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

Baca juga: Akhirnya Bharada E Beberkan Semuanya Pada Kuasa Hukum, Kini Minta Maaf Pada Keluarga Brigadir J

Bahkan, Sambo juga telah ditangkap dan diamankan di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (6/8/2022). Penangkapan dilakukan karena Sambo diduga pelanggaran dan tak profesional dalam melakukan olah TKP kasus kematian Brigadir J.

"Dari 10 saksi tersebut dan beberapa bukti, Irsus (Inspektorat Khusus) menetapkan bahwa Irjen Pol FS diduga melakukan pelanggaran terkait menyangkut masalah ketidakprofesionalan di dalam olah TKP," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu malam.

(Tribunpekanbaru.com)

Baca juga: Bharada E Cuma Tumbal, Dibayar Buat Tutup Mulut? Kamaruddin Simanjuntak: Sidik Jari Tak Diambil

Baca juga: Bharada E Tidak Ada Motif Membunuh Brigadir J, Kuasa Hukum: Bahwa Ada Perintah

Baca juga: Pengakuan Bharada E: Hanya Dengar Teriakan Putri Sambo, Tidak Melihat Brigadir J Todongkan Senjata

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved