Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Kepada Dishub Pekanbaru, Ketua DPRD Pekanbaru Sabarudi Tegaskan Tunda Kenaikan Tarif Parkir

Sebelumnya, Dishub berjanji akan mengkomunikasikan kenaikan tarif parkir dan meminta persetujuan dari DPRD Pekanbaru.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Sebelumnya, Dishub berjanji akan mengkomunikasikan kenaikan tarif parkir dan meminta persetujuan dari DPRD Pekanbaru. FOTO: Seorang juru parkir sedang mengatur kendaraan yang parkir di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin (18/7/2022). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dishub Pekanbaru nampaknya makin getol, menaikkan tarif parkir tepi jalan umum.

Bahkan Dishub menyebutkan, penerapan kenaikan tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Namun sebelumnya, Dishub berjanji akan mengkomunikasikan dan meminta persetujuan dari DPRD Pekanbaru. Rencana kenaikan ternyata banyak ditentang kalangan DPRD Pekanbaru.

Termasuk halnya Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi ST. Politisi Senior PKS ini bahkan meminta Pemko untuk mempertimbangkannya kembali kenaikan tersebut, mengingat kondisi masyarakat saat ini sedang sulit.

"Saya tekan kan, harus banyak pertimbangan dalam memutuskan kebijakan ini, sesuaikan dengan aturan, karena kebijakannya adalah kenaikan harus bersama-sama kita memikirkan situasi saat ini. Ada aspek sosial ekonomi yang harus dipikirkan, bukan semata PAD," tegas Sabarudi kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (9/8/2022).

Dishub Pekanbaru merencanakan menaikan tarif parkir tepi jalan umum Rp 1.000. Tarif parkir sepeda motor Rp 1.000 menjadi Rp 2.000, sementara roda empat dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000.

Lebih lanjut disampaikan, pihak DPRD Pekanbaru belum setuju dinaikkan, karena banyaknya penolakan dari masyarakat. Apalagi saat ini ekonomi masyarakat sedang terganggu dengan lama masa pandemi yang sama-sama di alami dan dirasakan, dua tahun lebih.

"Harusnya ini jadi perhatian kita bersama. Lebih penting aspek sosial ini ketimbang yang lain, termasuk PAD. Makanya kebijakan yang tidak pro ke rakyat ini ditunda dulu," tegasnya lagi.

Disinggung apakah secara personal dirinya setuju kenaikan tarif ini?

"Saya tegaskan, ini bukan masalah soal setuju dan tidak setuju. Sebaiknya kami analisis dahulu, ketika saya baca informasi media dan juga ada laporan masyarakat, saya terkejut. Jangan dulu lah," sebutnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved