Breaking News:

Berita Dumai

Ada Warga Bangladesh dan Myanmar, 45 Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia, Ditangkap Polisi di Dumai

Pekerja Migran Ilegal yang diamankan polisi di Dumai juga ada warga Bangladesh dan Myanmar. Mereka akan dikirim ke Malaysia

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
WNA Banglades dan Myanmar yang diamankan polisi bersama 45 pekerja migran ilegal di Dumai akan diserahkan ke Imigrasi Dumai. Mereka diduga akan diberangkatkan ke Malaysia secara ilegal. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Tak hanya warga Indonesia, Pekerja Migran Ilegal yang diamankan polisi di Dumai juga ada warga Bangladesh dan Myanmar. Mereka akan dikirim ke Malaysia.

Kepolisian Resort Kota Dumai berhasil menggagalkan pengiriman 45 Pekerja Migran Ilegal tersebut pada Selasa (9/8/2022) kemarin.

Selain mengamankan 45 Pekerja Migran Ilegal itu, di loaksi yang sama polisi juga mengamankan 12 warga Bangladesh dan seorang warga Myanmar yang juga akan dikirim secara ilegal ke Malaysia.

Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto membenarkan adanya, penangkapan 45 PMI Ilegal dan 13 WNA, pada Selasa (9/8/2022) dini hari.

Sampai Rabu (10/8/2022), pihaknya masih melakukan pemberkasan dan penyelidikan terkait diamankannya para PMI dan warga negara asing (WNA) yang ditemukan di perkebunan sawit dekat anak sungai yang berada di Kecamatan Medang Kampai tersebut.

"Hasil pemeriksaan awal 45 PMI yang akan diberangkatkan ke Malaysia ini tidak memiliki dokumen lengkap dan mereka akui akan masuk ke Malaysia dengan jalur ilegal, " katanya, Rabu (10/8/2022).

DijelaskanNya, untuk 12 orang warga negara Bangladesh yang ikut diamankan, mereka memiliki dokumen resmi perjalanan.

Namun untuk ke Malaysia mereka juga memilih menggunakan jalur ilegal sehingga ikut diamankan.

AKBP Nurhadi menerangkan, untuk warga negara Myanmar yang juga diamankan secara bersamaan dengan 12 warga Bangladesh tersebut merupakan pelarian dari Rudenim Kota Pekanbaru.

Berdasarkan keterangan sementara, untuk bisa diberangkatkan ke negeri jiran Malaysia, baik PMI maupun WNA ini dimintai biaya berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 6 juta.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved