Breaking News:

Harga TBS Sawit Riau

Harga Sawit di Riau Belum Normal, Petani Sawit Terpaksa Pakai Pupuk Kandang

Harga sawit di Riau masih belum normal dan hal itu dirasakan berat oleh petani.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
Harga sawit di Riau masih belum normal dan hal itu dirasakan berat oleh petani. FOTO: Kebun kelapa sawit 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Persoalan belum normalnya harga sawit di Riau masih dirasakan berat oleh petani.

Akibatnya petani tidak bisa merawat dengan maksimal karena harga Tandan Buah Segar (TBS) atau harga sawit  belum seimbang dengan biaya perawatan dan produksi.

Petani sawit terpaksa tidak bisa membeli pupuk kimia yang harganya mahal.

Sebagai penggantinya APRA petani ini membeli pupuk kandang.

Meskipun tidak bisa menggantikan kehebatan pupuk kimia, namun bagi petani sawit asalkan terpenuhi saja pupuknya.

Karena harga pupuk kandang sendiri untuk jenis kotoran hewan (Kohe) ayam murni.

Satu karungnya Rp14.000, artinya termasuk mahal juga.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Inhu Naik, Apkasindo: Harga di Tingkat Petani Belum Sesuai dengan Provinsi

Untuk satu hektar bisa 120 karung kohe ayam tersebut, karena biasanya petani memberikan satu karung untuk satu batang.

"Sebenarnya kurang bagus juga pupuk kandang ini ke sawit, tapi mau gimana lagi, harganya pupuk kimia belum bisa terjangkau dengan harga sawit yang sekarang," ujar Razik seorang petani sawit di Pekanbaru kepada Tribunpekanbaru.com.

Maka sebagai langkah sementara agar kebunnya tetap mendapatkan pupuk.

Meskipun ia mengaku tidak akan maksimal, maka diberikan pupuk kandang.

"Pupuk kandang saja sudah mahal harganya, nanti kalau nggak dikasih makan takutnya betul-betul nggak mau berbuah, makanya apa adanya aja dulu kasih,"ujar Razik.

Saat ini harga sawit di Riau di tingkat petani masih di kisaran Rp1.450 perkilo.

Menurut mereka harga sawit di Riau tersebut belum bisa dibagi untuk perawatan maksimal, karena mereka juga bertahan hidup dari kebun itu.

"Idealnya memang harganya dengan kondisi sekarang harus di atas Rp3.000, baru bisa memberikan pupuk kimia maksimal ke kebun, kalau harga sekarang belum bisa,"ujar Razik. (Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved