Breaking News:

Kementrian Koperasi dan UKM Sebut Ada 19 Juta Pelaku UKM Sudah Digital

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat 19 juta pelaku UKM yang sudah digital di Indonesia. Ditargetkan 30 juta masuk ekosistem digital di tahun 2024

Penulis: Fernando | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang
Dalam Talkshow Peran Pemerintah Kota Dalam Membangun UKM Berorientasi Ekspor terungkap 19 juta pelaku UKM sudah digital. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PADANG - Belasan juta pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia sudah masuk ekosistem digital. Jumlahnya mencapai 19 juta pelaku UKM yang sudah digital di Indonesia.

Kementerian Koperasi dan UKM pun menargetkan ada 30 juta pelaku UKM yang masuk ekosistem digital pada tahun 2024.

UKM yang go digital tentu bakal bertahan dari dampak krisis ekonomi. Keberadaan ekosistem ini agar pelaku UKM mendapat manfaat dari ekonomi digital.

"Mereka juga bisa mengantisipasi krisis ekonomi di masa depan, bila kita belajar dari pandemi covid-19," jelas Staf Khusus Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Riza Damanik dalam talkshow yang digelar Tribunpadang.com, jaringan Tribun Network bertajuk Peran Pemerintah Kota Dalam Membangun UKM Berorientasi Ekspor, Rabu (10/8/2022).

Talkshow di ballroom Hotel Santika Premiere Padang berlangsung secara hybrid. Riza menjadi pembicara mewakili Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki yang hadir secara virtual.

Dirinya menyadari bahwa situasi ekonomi dua tahun terakhir tidak mudah. Namun pelaku UKM punya kekuatan agar bisa bertahan dalam kondisi yang pelik. Terbukti pada kuartal tahun 2022 saja sudah memperlihatkan kondisi positif atau ekonomi mulai membaik.

Riza berharap kondisi ekonomi bisa semakin membaik. Namun daya saing UKM masih rendah terlihat dari kontribusi ekspor yang terbatas yakni masih 15,6 persen. Angka itu jauh di bawah Cina yang mencapai 68 persen.

"Maka kami pada tahun 2024, kita targetkan kontribusi ekspor dari UKM bisa jadi 17 persen,"

Kementrian pun mendorong konsolidasi pelaku UKM agar bisa masuk dalam skala ekonomi. Ia menargetkan ada 500 koperasi modern dalam konsolidasi produk agar dapat membangun kemitraan strategis nasional dan global.

"Kami juga mendorong rumah produksi bersama, tahun ini ada lima lokasi yang tersebar du sejumlah daerah," ujarnya.

Pihaknya berharap dengan adanya rumah produksi bersama agar pelaku UMKM bisa semakin berkembang dengan adanya inovasi fasilitas memadai. Mereka bisa meningkatkan kualitas dan produknya tidak kalah dari korporasi besar.

Kementrian terus mendorong adanya rumah produksi bersama. Mereka juga mendukung upaya UMKM mengakses pembiayaan, apalagi ada arahan dari Presiden rasio kredit 20 persen UKM bisa meningkatk jadi 30 persen.

Ada juga dukungan pembiayaan biaya berupa dana bergulir, secara khusus untuk koperasi sektor riil orientasi Impor dan ekspor. Di luar itu, kementrian mendukung peningkatan kapasitas pelaku UKM dengan sekolah ekspor bagi pelaku UKM yang go global,

Mereka aplikatif dalam mengembangkan usaha menuju pasar global. Kementrian juga memiliki smesco Hub Timur di Bali, mereka mendukung pelaku UMM di Timur Indonesia yang memiliki komoditi global tapi sulit untuk ekspor ke luar.

"Jadi Smesco Hub Timur, bisa memperkuat UMKM di timur Indonesia," ujarnya.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sikumbang )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved