Breaking News:

Video Berita

VIDEO: 136 Calon Siswa SMA di Pelalawan Belum Dapat Sekolah, Disdikbud Singgung Gubri

Disdikbud Pelalawan sebanyak 136 calon siswa-siswi yang belum bersekolah sampai saat ini. Karena tidak ada lagi sekolah yang menerima dengan alasan

Penulis: johanes | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Polemik yang muncul setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Pelalawan belum tuntas. Pasalnya, seratusan calon siswa belum mendapatkan sekolah hingga Rabu (10/8/2022) ini.

Berdasarkan data milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan sebanyak 136 calon siswa-siswi yang belum bersekolah sampai saat ini. Karena tidak ada lagi sekolah yang menerima dengan alasan kuota telah penuh. Persoalan ini menimpa masyarakat di Kecamatan Pangkalan Kerinci yang merupakan ibukota Pelalawan.

"Data terakhir ada 136 calon siswa lagi yang belum mendapatkan sekolah SMA. Jadi temannya sudah belajar, mereka malah belum bersekolah," kata Kepala Disdikbud Pelalawan, Abu Bakar FE kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (10/8/2022).

Abu Bakar menjelaskan, pendataan calon siswa yang belum dapat sekolah merupakan keputusan setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan pekan lalu. Seluruh orangtua yang anaknya belum bisa melanjutkan pendidikan ke SMA di Pangkalan Kerinci melaporkan ke Disdikbud.

Alasan pihak sekolah tidak mampu menampung calon siswa tersebut lantaran daya tampung sudah penuh. Ada tiga sekolah negeri di Pangkalan Kerinci yakni SMAN 1, SMAN 2, dan SMAN Bernas Pangkalan Kerinci. Sedangkan sekolah swasta yang ada di ibukota Pelalawan ini juga sudah penuh.

Sehingga 136 calon siswa ini masih terkatung-katung dan tak jelas sekolahnya.

"Pak Gubernur mengarahkan agar ke sekolah swasta, padahal SMA swasta juga sudah penuh. Jadi masih tergantung nasib anak-anak kita ini. Tak dapat sekolah mereka," pungkas Abu Bakar.

Mantan Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan ini meminta kemurahan hati Gubernur Riau H Syamsuar agar mengambil kebijakan demi masa depan pendidikan bagi 136 anak-anak di Pelalawan. Pihaknya menyarankan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan Riau membuka Rombongan Belajar (Rombel) di 3 sekolah SMA negeri yang ada. Dibutuhkan enam Rombel baru dengan rincian dua kelas belajar setiap sekolah.

"Kalau dibuka dua Rombel di masing-masing sekolah, barulah bisa tertampung. Ini izinnya dari Pemprov. Jadi kami meminta kemurahan hati pak Gubernur," harapnya.

Wakil Ketua Komisi l DPRD Pelalawan, Monang Eliezer Pasaribu M.Si menegaskan, solusi yang tepat untuk menampung anak-anak yang belum mendapatkan sekolah hanya dengan menambah Rombel. Sebab sekolah swasta yang ada di Pangkalan Kerinci sangat terbatas dari segi jumlah maupun saya tampungnya. Asumsinya harus dibuka dua Rombel di SMAN 1, SMAN 2, dan SMAN Bernas sehingga calon siswa yang sampai saat ini masih "nganggur", bisa mendapatkan pendidikan.

"Kalau tidak ada penambahan Rombel di sekolah negeri dan sekolah swasta penuh, alamat anak-anak kita tak bersekolah. Sangat kasihan dan disayangkan. Bagaimana nasib mereka kedepan ini," kata Monang.

Politisi Partai Demokrat ini menyarankan Pemda Pelalawan untuk berjuang lebih gigih dan pasti didukung oleh lembaga DPRD, untuk menambah Rombel di SMA negeri. Sebab permasalahan ini berkaitan dengan masa depan generasi penerus serta jaminan pendidikan yang layak bagi masyarakat. Jika persoalan ini berlarut semakin lama, status peserta didik itu akan semakin tidak jelas.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved