Breaking News:

Berita Siak

Investor Asing Tinjau KITB, LRDI Ajak Perusahaan Asal China Jumpai Wabup Siak

Lembaga Rumah Dagang Indonesia (LRDI) mengajak mitranya Shenzhen Haineng Power Holding, Co Ltd, investor asal China meninjau lapangan KITB Siak

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Lembaga Rumah Dagang Indonesia (LRDI) mengajak mitranya Shenzhen Haineng Power Holding, Co Ltd, investor asal China bertemu dengan Wahup Siak Husni Merza, Selasa (9/8/2022) di kantor bupati Siak. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Sejumlah investor melirik Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Buktinya, Lembaga Rumah Dagang Indonesia (LRDI) mengajak mitranya Shenzhen Haineng Power Holding, Co Ltd, investor asal China meninjau lapangan KITB, Selasa (9/8/2022) kemarin.

Kehadiran LRDI bersama investor asing itu disambut hangat oleh Wakil Bupati Siak Husni Merza. KITB juga dianggap sebagai kawasan industri baru yang potensial.

“Kemarin juga ada audiensi di kantor bersama mereka, terkait ketertarikannya dengan KITB, dan tentu kita juga menerangkan dan memberikan informasi-informasi penting terkait KITB,” kata Husni.

Ia menjelaskan, KITB saat ini baru dalam tahap pengembangan yang sesuai regulasi peruntukannya.

Pihaknya memberi peluang untuk mitra-mitra LRDI agar bisa berinvestasi di KITB.

“KITB memang diharapkan menjadi magnet ekonomi baru untuk kabupaten Siak, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat merata,” kata dia.

Ketua Umum LRDI Debel Efendi mengatakan kedatangannya ke Kabupaten Siak mempunyai tujuan yakni, mencoba untuk memetakan potensi dan peluang yang ada di Kabupaten Siak.

Sehingga bisa menarik investor untuk berinvestasi di Siak.

Selain itu, pihaknya juga ingin melihat langsung KITB sebab jika dilihat dari peta maupun dari segi lokasi kawasan ini sangatlah strategis.

"Jika nantinya memungkinkan kami akan mendatangkan investor untuk berinvestasi, yakni dari China dan Turki,” jelas Debel.

Lebih lanjut Debel mengungkapkan, mitranya juga melihat kondisi kemungkinan mendirikan pabrik Tenaga Listrik dengan menggunakan air garam dan magnesium B.

"Ini merupakan program kerjasama dari Lembaga Rumah Dagang Indonesia bersama Kementerian Desa Tertinggal, yang bertujuan untuk mencapai target 100 persen ratio elektrifikasi Desa Tertinggal, sesuai dengan target Pak Jokowi pada 2024,” tutup Debel Efendi.

( Tribunpekanbaru.com / Mayonal Putra )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved