Breaking News:

Cuaca di Riau

Cuaca Riau Panas, Titik Api Nihil di Dumai, Kalaksa BPBD Dumai Tetap Tingkatkan Patroli Karhutla

Cuaca di Riau Panas, namun di Dumai tak ditemukan titik api. Meski demikian, BPBD Dumai tetap tingkatkan patroli Karhutla

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
tribun pekanbaru
Ilustrasi.Cuaca Riau Panas, Titik Api Nihil di Dumai, Kalaksa BPBD Dumai Tetap Tingkatkan Patroli Karhutla 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Cuaca di Riau Panas, namun di Dumai tak ditemukan titik api. Meski demikian, BPBD Dumai tetap tingkatkan patroli Karhutla.

Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dumai, Adyan mengungkapkan, sejak Kamis (11/8/2022) kemarin, kondisi Karhutla di Dumai, titik api maupun titik panas nihil di tengah Cuaca di Riau Panas .

"Hingga saat ini titik api di Kota Dumai, namun karena kondisi Dumai saat ini panas terik atau ekstrem tim satgas darat meningkatkan patroli di daerah rawan karhutla," katanya kepada Tribunpekanbaru.com terkait Karhutla di tengah Cuaca di Riau Panas .

Adyan mengungkapkan, bahwa pihaknya masih terus memfokuskan pada patroli di kawasan rawan Karhutla, agar ketika menemukan titik api bisa segera dipadamkan.

"Patroli ini merupakan langkah pencegahaan dalam penanganan Karhutla di Dumai, karena patroli sangat penting dilakukan sebelum terjadinya Karhutla," jelasnya.

Adyan menerangkan, sepanjang 2022 ini, sekitar 49 Ha hutan dan lahan terbakar di Dumai.

Terparah berada di Kecamatan Dumai Timur, yakni menghanguskan sekitar 28 Ha, tepatnya di Kelurahan Tanjung Palas.

Selanjutnya di Kecamatan Medang Kampai, 10 Ha, Sungai Sembilan 7,5 Ha, bukit Kapur 2,65 Ha, dan Dumai Selatan 1,05 Ha.

"Berkat kerja keras tim satgas darat dan masyarakat peduli api, karhutla berhasil dipadamkan, dan saat ini tim Satgas Karhutla Kota Dumai, masih tetap fokus patroli Karhutla dan melakukan langkah langkah antisipasi terjadinya Karhutla di Dumai ," imbuhnya

Terkait kendala di lapangan yang ditemui, sebelumnya, yakni selain kondisi cuaca panas, dan lahan gambut serta angin kencang, menyulitkan tim untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved