Breaking News:

Harga TBS Sawit Riau

Beberapa Bulan Tak Memupuk Kebun, Petani Kini Optimis Harga Sawit di Siak Naik

Sasa optimis menyelimuti para petani saat harga sawit di Siak merangkak naik.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU/BYNTON SIMANUNGKALIT
Sasa optimis menyelimuti para petani saat harga sawit di Siak merangkak naik. FOTO ILUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Harga sawit di Siak yang merangkak naik disambut rasa optimis para petani.

Padahal, saat harga sawit di Siak masih anjlok, petani bahkan terpaksa membiarkan kebun mereka tidak dipupuk.

“Beberapa bulan terakhir ini kami terpaksa membiarkan kebun tidak dipupuk dan tidak membersihkan rumput. Dengan harga sekarang dah bisa berangsur beli pupuk dan pestisida, mudah-mudahan Harga Sawit naik terus dan tidak turun mendadak," kata Dwi Handoko (33) seorang petani di  kelapa sawit di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau.

Ia lantas mengucap syukur karena harga sawit mulai naik.

“Alhamdulillah harga mulai naik dan kami yakin ke depan harga terus naik, ini membahagiakan buat kami petani sawit,” kata Dwinya.

Naiknya Harga Sawit sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat Siak yang mayoritas petani sawit.

Kenaikan harga ini bisa membuat para petani serius merawat kebun sawit mereka.

Dwi mengakui telah menjual sawitnya seharga Rp1.440. Sedangkan minggu lalu ia hanya menjual
Rp1.200 per kilogram.

“Insyaallah kami udah bisa beli pupuk dengan lancar kembali,” kata dia.

Hal senada disampaikan Abdul Rauf petani asal Kecamatan Sungai Apit. Disebutkannya Harga Sawit ditempatnya juga mengalami kenaikan secara merangkak, meskipun di Sungai Apit harga berkisar Rp 1.200 perkilogram.

“Alhamdulillah Harga Sawit naik pelan-pelan namun sudah mulai membaik dibanding minggu lalu," kata dia.

Harga Sawit di Sungai Apit memang berbeda dari Mempura atau kecamatan Dayun. Sebab jarak kebun dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) lumayan jauh sehingga menjadi salah satu penyebab perbedaan Harga Sawit di kecamatan Sungai Apit dibanding kecamatan lain di kabupaten Siak.

"Karena jarak yang jauh harga di kecamatan Sungai Apit jadinya lebih rendah dibanding kecamatan lain. Tetapi harga saat ini sudah bisa kami sisihkan untuk membeli pupuk,” kata dia.

Di kecamatan Dayun, Harga Sawit di tingkat kebun petani Rp 1.500 per kilogram.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum DPP Aspek-PIR Setiono.

“Beberapa hari belakangan ini harga TBS kelapa sawit menunjukkan grafik yang positif,” kata Setiono.

Ia menjelaskan, Harga Sawit di tingkat petani di kecamatan Dayun rata-rata Rp 1.500 per kilogram. Namun sesampainy di PKS ada yang berkisar Rp 1.700, Rp 1.800 dan ada yang sampai Rp 2.000 perkilogramnya.

“Menurut prediksi kami kenaikan akan terus berlangsung karena harga Crude Palm Oil (CPO) dunia dan dalam negeri sedang baik. Harga CPO tentu menjadi patokan dalam penetapan harga TBS,” kata dia.

Setiono juga mengatakan, aktivitas ekspor CPO juga sudah lumayan membaik sehingga serapan hasil kebun petani kelapa sawit juga lebih maksimal.

“Kita tahu bahwa permintaan tambahan ekspor CPO ke Cina dan India juga menjadi pendongkrak harga TBS hingga ke tingkat petani. China saja, ada penambahan kuota ekspor CPO hingga 1 juta ton,” kata Setiono.

(tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved