Breaking News:

Cuaca Panas di Riau

Cuaca Panas di Riau, Karhutla di Pelalawan Dipastikan Padam, Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang

Cuaca Panas di Riau, khusunya sebagian besar wilayah masih berlangsung hingga Senin (15/8/2022), Karhutla di Pelalawan dipastikan padam

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Tim gabungan melakukan pendinginan di lokasi Karhutla di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti. Cuaca Panas di Riau, Karhutla di Pelalawan dipastikan padam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Cuaca Panas di Riau, khusunya sebagian besar wilayah masih berlangsung hingga Senin (15/8/2022) termasuk di Kabupaten Pelalawan.

Hal ini sebagai pertanda musim kemarau masih berlanjut, sehingga hari ini Cuaca Panas di Riau.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kota Pekanbaru, Cuaca Panas di Riau berawal mulai dari pagi sampai sore hari.

Namun Cuaca Panas di Riau diprediksi tidak terjadi pada malam hari karena bakal terjadi hujan ringan di sebagian besar daerah di Riau.

Pada dini hari berpotensi hujan ringan hingga sedang di beberapa daerah seperti Kabupaten Siak, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, termasuk Pelalawan.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap peluang terjadinya hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa daerah. Titik panas atau hotspot terdapat di Siak, Kampar, dan Dumai.

"Hari ini hotspot di Pelalawan nihil. Titik api juga belum ada terpantau," terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Musa S.Pd kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (15/8/2022).

Musa menjelaskan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sebelumnya muncul di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti dipastikan sudah padam.

Tim gabungan yang telah berjibaku dengan api dan asap sudah kembali ke markas masing-masing, meninggalkan lokasi bekas kebakaran.

Lahan yang hangus terbakar yakni semak belukar, lahan kosong, serta kebun sawit milik warga setempat.

"Luas lahan yang terbakar mencapai 30 hektar. Jenis tanahnya merupakan gambut yang cukup dalam," beber Musa.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat pemilik lahan, agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan untuk perkebunan maupun perladangan.

Karena bisa menimbulkan Karhutla yang parah dan sulit dipadamkan. Pelakunya juga akan terjerat masalah hukum.

Sedangkan perusahaan yang beroperasi di Pelalawan diminta menjaga lahan masing-masing dan mempersiapkan peralatan Pemadam Kebakaran (Damkar) maupun personilnya menghadapi musim kemarau saat ini.

( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved