Breaking News:

Berita Pelalawan

DPRD Pelalawan Kecewa Disdik Riau Tak Kunjung Beri Solusi Terkait 136 Calon Siswa SMA Tanpa Sekolah

Sudah satu bulan sekolah aktif belajar, namun 136 calon siswa di Pelalawan belum dapat sekolah hingga Disdik Pelalawan menyurati Gubernur Riau.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
DPRD Pelalawan menggelar rapat dengar pendapat bersama Disdikbud Pelalawan serta para Kepsek SMA sederajat di Pangkalan Kerinci beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan merasa kecewa terhadap Dinas Pendidikan (Didik) Provinsi Riau yang belum memberikan solusi atas persolan yang timbul setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat tahun 2022.

Pasalnya, sampai saat ini masih ada 136 calon siswa di Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan yang belum sekolah karena tidak tertampung saat PPDB.

Kapasitas sekolah negeri yang ada di Pangkalan Kerinci tidak cukup lagi menampung calon siswa tersebut dengan alasan sudah penuh.

Ada tiga sekolah negeri yakni SMAN 1, SMAN 2, dan SMAN Bernas Pangkalan Kerinci yang tidak bisa lagi menerima calon siswa-siswi tersebut.

"Terus terang kita kecewa dengan sikap Disdik Riau. Sampai saat ini anak-anak kita yang tidak tertampung saat PPDB belum sekolah, karena tidak jelas mau kemana," ungkap Wakil Ketua Komisi l DPRD Pelalawan, Monang Eliezer Pasaribu M.Si kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (16/8/2022).

Monang Pasaribu menerangkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan dan DPRD telah mengupayakan berbagai langkah untuk menyelamatkan 136 calon siswa yang belum jelas sekolahnya.

Mulai dari menyurati Disdik Riau, meminta Kepsek SMA se Pangkalan Kerinci bertema Disdik Riau, hingga berkomunikasi langsung ke Pemprov. Namun belum ada kejelasan nasib para generasi penerus ini.

Pihaknya meminta Disdik Riau dan Gubernur Riau H Syamsuar agar segera mengambil kebijakan atas permasalahan kekurangan daya tampung ini.

Sebab sudah satu bulan sekolah aktif belajar, sedangkan 136 calon siswa itu masih terkatung-katung dan masih di rumah sampai saat ini.

Semakin lama masalah ini dibiarkan, semakin banyak ketertinggalan pelajaran bagi siswa yang tidak tertampung itu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved