Breaking News:

Diming-imingi Rp 300 Ribu, Remaja Laki-laki ini Rela Disodomi Oknum Jaksa Penyuka Sesama Jenis

Oknum jaksa yang berinisial AH itu bertemu dengan remaja laki-laki yang sebut saja bernama Gemulai itu di sebuah hotel di Jombang, Kamis (18/8/2022)

Net
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Diduga diiming-imingi Rp 300 Ribu, seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di Kabupaten Jombang, Jawa Timur rela berhubungan sejenis dengan seorang oknum jaksa yang bertugas di Kejari Bojonegoro

Oknum jaksa yang berinisial AH itu bertemu dengan remaja laki-laki yang sebut saja bernama Gemulai itu di sebuah hotel di Jombang, Kamis (18/8/2022) dini hari..

Diduga AH mengenal Gemulai dari seorang mucikari.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha mengungkapkan, penyidik masih mendalami dugaan penyekapan yang dilakukan tersangka terhadap korban.

Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif, baik terhadap tersangka, korban, maupun saksi-saksi dan keterkaitannya dengan barang bukti yang diamankan petugas saat penggerebekan.

"Korban memang tidak pulang sampai dengan dini hari yakni pukul setengah tiga. Namun, terhadap apakah itu termasuk penyekapan yang ada dalam pasal 333 KUHP, kami masih mendalami," kata Giadi di Mapolres Jombang, Jumat (19/8/2022).

Dia menuturkan, penggerebekan terhadap AH berawal dari kedatangan orangtua korban ke Polres Jombang, Kamis dini hari.

Berdasarkan aduan orangtua korban, petugas gabungan dari Polres Jombang dan Polsek Kota, bersama orangtua menelusuri keberadaan korban.

"Yang bersangkutan (korban) membawa alat komunikasi, kemudian yang bersangkutan berusaha menghubungi keluarga, namun tidak disampaikan lokasi," ungkap Giadi.

Dia mengungkapkan, upaya petugas dan keluarga korban akhirnya membuahkan hasil saat menemukan motor korban terparkir di salah satu hotel di kawasan Kota Jombang.

"Awalnya hanya mencari di seputaran kota Jombang saja, kebetulan pas lewat sana (hotel lokasi pencabulan), petugas dan keluarga mendapati motor yang diduga milik korban," tutur Giadi.

Dia menambahkan, pemeriksaan intensif masih dilakukan penyidik, baik terhadap tersangka, korban, maupun saksi.

Penjelasan lengkap terkait kasus itu masih memerlukan waktu.

Meski demikian, tandas Giadi, pihaknya tidak ragu untuk menetapkan AH sebagai tersangka pencabulan, merujuk pada pasal 184 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved