Breaking News:

Berita Pelalawan

Sempat Heboh di Pelalawan, Pelaku Kasus Tanah Urug Ilegal Dituntut Jaksa 1 Tahun 3 Bulan Penjara

Kini, sidang Kasus Tanah Urug Ilegal di Pelalawan masuk agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Ekspos Kasus Tanah Urug Ilegal di Pelalawan beberapa waktu lalu di Polres Pelalawan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Proses hukum Kasus Tanah Urug Ilegal di Pelalawan atau penambangan atau galian C ilegal yang sempat heboh di Riau masih berjalan di Pengadilan Negeri (PN).

Kini, sidang Kasus Tanah Urug Ilegal di Pelalawan masuk agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam waktu dekat terdakwa Kasus Tanah Urug Ilegal di Pelalawan akan menerima ganjaran hukuman dari majelis hakim.

Satu di antara terdakwa Kasus Tanah Urug Ilegal di Pelalawan ini atas nama Parlindungan Lubis telah menjalani persidangan di PN Pelalawan.

Ia diseret ke kursi pesakitan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sebagai pelaku penambangan tanah urug tak berizin.

Bahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan telah membacakan tuntutan terhadap Parlindungan Lubis di depan majelis hakim.

"Kita sudah melakukan penuntutan terhadap terdakwa Parlindungan Lubis pada sidang sebelumnya. Pekan depan dilanjutkan lagi. Karena pelakunya tinggal satu orang," kata Kepala Kejari Pelalawan, Silpia Rosalina SH MH melalui Kasus Pidum Niky Junismero SH kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (21/8/2022).

Kasi Pidum Niky menerangkan, JPU membacakan tuntutan pada sidang 8 Agustus lalu di ruang siang Cakra PN Pelalawan.

JPU menilai jika Parlindungan Lubis terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penambangan tanah urug ilegal.

Ia melanggar Pasal 158 junto Pasal 35 Undang-undang RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU RI No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara sebagaimana diubah dalam UU RI No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved