Breaking News:

Berita Riau

Ketua MUI Pekanbaru Kecam Aksi Pesta Sawer Biduan Joget di Atas Meja dalam Acara Turnamen Golf

Ketua MUI Pekanbaru, Akbarizan mengecam pesta sawer biduan joget di atas meja yang berlangsung dalam sebuah turnamen golf akhir pekan kemarin.

Penulis: Fernando | Editor: Ariestia
Istimewa
Ketua MUI Pekanbaru, Akbarizan mengecam pesta sawer biduan joget di atas meja yang berlangsung dalam sebuah turnamen golf akhir pekan kemarin. FOTO: Tangkapan layar video viral aksi tak pantas di acara Turnamen Golf Piala Gubernur Riau XXX yang dikecam mahasiswa muslim di Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pekanbaru, Akbarizan mengecam pesta sawer biduan joget di atas meja yang berlangsung dalam sebuah turnamen golf akhir pekan kemarin.

Apalagi dalam video viral itu memperlihatkan wanita berpakaian seksi meliuk di atas meja.

Akbarizan menyebut bahwa perbuatan itu biadab sehingga pantas MUI Pekanbaru mengutuk acara tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi itu merupakan perbuatan keji.

"Ini perbuatan keji, tidak masuk di logika kita perempuan di atas meja. Disuruh menari, lalu ditonton banyak orang beramai-ramai," tegasnya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (22/8/2022).

Menurutnya, acara itu sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Acara itu pasti sangat bertentangan dengan adat Melayu Riau.

Baca juga: Biduan Joget di Atas Meja saat Perayaan HUT Riau Viral, Setdaprov: Saya Minta Maaf

Dirinya menilai acara tersebut sudah mempermalukan Gubernur Riau, Syamsuar.

Sebab ada foto gubernur terlihat di backdrop acara turnamen golf Piala Gubernur Riau.

Akbarizan menilai Gubernur Riau harus segera menegur penyelenggara acara tersebut. Ia tidak ingin aksi atau ulah segelintir orang malah merusak nama gubernur.

Gubernur Riau sebagai pemimpin harus mengingatkan seluruh organisasi di Riau agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Ia menegaskan bahwa MUI Kota Pekanbaru menyakini bahwa gubernur tidak mendukung adanya aksi tidak terpuji ini.

Gubernur bisa mengingatkan agar seluruh organisasi harus tetap menjaga norma. Sebab aktivitas organisasi apa pun tentu mendapat dukungan pemerintah.

"Sehingga harus menjaga marwah dan martabat, jangan sampai mencoreng wajah gubernur dengan adanya aksi ini," ujarnya.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved