Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Diantar KRI Lepu Antar Rupiah ke 6 Pulau Terluar di Riau

Bank Indonesia mempunyai misi untuk menyediakan uang Rupiah di seluruh wilayah NKRI dalam jumlah yang cukup, dengan jenis pecahan yang sesuai kebutuha

Penulis: Rino Syahril | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.com - Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, Senin (22/8) resmi dilepas untuk mengantarkan rupiah ke beberapa pulau Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T) yang ada di Provinsi Riau

Pelepasan tersebut berlangsung di Pelabuhan Pelindo Kota Dumai. Untuk mengantar uang itu ke Pulau Rupat, Pulau Bengkalis, Pulau Padang, Pulau Tebing Tinggi, Pulau Rangsang dan Pulau Penyalai Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 diangkut dengan KRI Lepu milik TNI Angkatan Laut (AL).

Tepat pukul 10.00 Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau Muhamad Nur bersama dengan Paban ll Sopsal Mabes TNI ALKolonel Laut (P) Amrin Rosihan dan Sekda Kota Dumai, serta didampingi Danlanal Kota Dumai Kolonel Laut (P) Stanley Lakenhena, Dandim 0320/Dumai Letkol (Arh) Hermansyah Tarigan, Kapolres Kota Dumai AKBP Nurhadi Ismanto, Komandan Satuan Radar 232 Kota Dumai dan para undangan lainnya resmi melepas KRI Lepu berlayar mengarungi lautan Provinsi Riau menuju 6 pulau 3T.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau Muhamad Nur mengatakan, pagi ini Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, dengan kegiatan Kas Keliling di Wilayah 3 T (Terdepan, Terluar dan Terpencil) bekerjasama dengan TNI AL resmi di lepas.

"Karena berdasarkan UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia diberikan amanat dan kewenangan oleh negara untuk melakukan pengelolaan uang Rupiah, yang meliputi perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan dan penarikan serta pemusnahan uang rupiah," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau Muhamad Nur kepada Tribun, Senin (22/8). 

Untuk itulah Bank Indonesia mempunyai misi untuk menyediakan uang Rupiah di seluruh wilayah NKRI dalam jumlah yang cukup, dengan jenis pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat serta dalam kondisi berkualitas, tepat waktu dan layak edar.   

"Pelaksanaan amanat UU dan misi tersebut bukanlah tugas yang mudah,  karena Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke4 di dunia yang tersebar di 17.499 pulau dan wilayah perbatasan yang sangat luas dengan 11 negara tetangga. Dengan kondisi tersebut terdapat 3 (tiga) tantangan utama Bank Indonesia dalam mengedarkan Rupiah," ucap Muhamad Nur.

Pertama, adalah kondisi geografis NKRI yang memiliki ribuan pulau mempengaruhi jangkauan Bank Indonesia dalam menyediakan uang kepada masyarakat, termasuk diantaranya untuk kepulauan di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Terluar (3T). Kedua, keberagaman tingkat pendidikan masyarakat yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam memperlakukan uang. Tercermin dari uang tidak layak edar karena lusuh yang disebabkan sering dilipat, dibasahi, maupun distraples. Dalam konteks ini, tantangan ini perlu kami jawab dengan edukasi. Ketiga, penggunaan uang selain Rupiah sebagai alat pembayaran khususnya di wilayah perbatasan. 

"Untuk menjawab ketiga tantangan tersebut, selain memiliki jaringan kantor perwakilan di 45 titik tersebar di Indonesia, Bank Indonesia juga bekerja sama dengan Perbankan dan Tentara Nasional Indonesia, termasuk dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) yang merupakan salah satu elemen bangsa yang berada di garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI. Dengan seluruh kekuatan armadanya dan kegiatan operasi yang rutin menjangkau seluruh pelosok tanah air dari Sabang sampai Merauke," ungkapnya.

Untuk itulah tambah Muhamad Nur, diperlukan sinergi antara Bank Indonesia dengan TNI Angkatan Laut untuk dapat membantu keterbatasan Bank Indonesia dalam melakukan pengedaran uang Rupiah. "Sinergi strategis antara TNI AL dan BI telah dimulai sejak tahun 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved