Breaking News:

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Minta Kepastian Soal BBM Solar dan Pertalite, Jangan Buat Masyarakat Panik

Sejak beberapa pekan lalu, pemerintah memberikan sinyal, akan menaikkan harga BBM jenis solar dan pertalite.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM/RINO SYAHRIL
Sejak beberapa pekan lalu, pemerintah memberikan sinyal, akan menaikkan harga BBM jenis solar dan pertalite. FOTO: Antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bbm bersubsidi biosolar di SPBU Jalan Imam Munandar Pekanbaru, Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejak beberapa pekan lalu, pemerintah memberikan sinyal, akan menaikkan harga BBM jenis solar dan pertalite, membuat panik masyarakat. Kondisi ini terlihat di semua SPBU, terutama di Kota Pekanbaru, Riau.

Masyarakat rela antri berjam-jam, bahkan hingga dini hari, demi mendapatkan BBM, terutama jenis solar. Hal ini tentunya harus segera diatasi pemerintah.

Anggota DPRD Pekanbaru Robin Eduar SE MH meminta, agar pemerintah segera mengambil sikap.

"Jika memang ingin mau naikkan, naikkan lah. Jika tidak, maka umumkan juga. Sehingga masyarakat tidak panik seperti sekarang. Kasihan masyarakat," tegas Politisi PDI-P ini kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (23/8/2022).

Diakui dewan yang duduk di Komisi IV DPRD Pekanbaru ini, meski baru sebatas informasi kenaikan solar dan pertalite, namun memengaruhi sektor ekonomi lainnya. Terutama harga sembako naik, dan jasa transportasi juga ikut melambung tinggi.

Apalagi di Kota Pekanbaru sendiri, sudah jelas masyarakat dibatasi membeli solar. Makanya antri solar di SPBU tidak terelakkan setiap harinya. Apakah ini strategi pemerintah, kuota solar dikurangi atau hal lainnya, harus segera berakhir.

"Pemerintah jangan buat masyarakat seperti ini. Sudah berapa pekan susahnya mendapatkan solar di Pekanbaru Riau. Kita ini penghasil minyak, kok dibuat seperti ini," sebutnya.

Robin Eduar yang juga Anggota Bapemperda DPRD Pekanbaru ini berharap, sesuai informasi yang terus digadang-gadangkan, bahwa pemerintah berjanji dalam pekan ini mengumumkan kenaikan solar dan pertalite, maka segera realisasikan.

"Itu tadi, apa yang mau ditunggu. Masyarakat sudah semakin susah, jangan dibuat susah lagi. Pemerintah harus lebih peka," tegasnya.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia telah mewacanakan kenaikan harga Pertalite dari saat ini Rp 7.650 per liter menjadi sebesar Rp 10.000 per liter. Sementara belum jelas berapa kenaikan harga solar subsidi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, pemerintah sedang menyusun skema penyesuaian harga untuk mengurangi beban subsidi dan kompensasi energi.

Terdapat sejumlah pertimbangan, yang membuat pemerintah merencanakan kenaikan harga BBM subsidi, Pertalite dan Solar subsidi.

Tingginya harga minyak mentah dunia, mendorong meningkatnya gap harga keekonomian dan harga jual pertalite dan solar dan berdampak pada kenaikan subsidi dan kompensasi energi.

Hingga saat ini, APBN menanggung subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp 502 triliun. Tanpa ada penyesuaian kebijakan, angka ini bisa meningkat hingga lebih dari Rp 550 triliun pada akhir tahun. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved