Breaking News:

Berita Pelalawan

BKSDA Riau Temukan Jejak Baru di Lokasi Serangan Harimau Menewaskan Pekerja HTI di Pelalawan

Tim dari BKSDA Riau memasang lima kamera trap dan menemukan jejak baru di lokasi serangan harimau yang menewaskan wanita pekerja HTI di Pelalawan.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Istimewa
Tim dari BKSDA Riau memasang lima kamera trap dan menemukan jejak baru di lokasi serangan harimau yang menewaskan wanita pekerja HTI di Pelalawan Jumat (19/8/2022) malam pekan lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Tim dari BKSDA Riau memasang lima kamera trap dan menemukan jejak baru di lokasi serangan harimau yang menewaskan wanita pekerja HTI di Pelalawan Jumat (19/8/2022) malam pekan lalu.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau sampai saat ini masih berada di lokasi serangan harimau sumatera kepada pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Pelalawan tersebut.

Sebanyak enam orang tim yang diturunkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya di perbatasan antara Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti dengan Desa Serapung Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan.

Tim terus menggali informasi terkait konflik binatang buas itu yang menewaskan korban bernama Seha Sopiana Manik (44) di areal PT Peranap Timber.

Termasuk melakukan mitigasi, sosialisasi, hingga pemasangan kamera jebak di sekitar TKP.

"Kawan-kawan tim masih di lapangan dalam rangka sosialisasi dan pemasangan kamera trap. Ada 5 kamera yang sudah terpasang," ungkap Kepala BKSDA Riau, Genman S Hasibuan melalui Kabid Wilayah l Andri Hansen Siregar kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (24/8/2022).

Baca juga: Kronologi Menegangkan Wanita Diterkam Harimau di Pelalawan, Suami dan Harimau Saling Intai

Baca juga: Tewas Diterkam Harimau Padahal Baru 5 Hari Kerja di Pelalawan, Wanita Pekerja HTI Dimakamkan di Sini

Andri Hansen menerangkan, lima kamera trap itu dipasang di beberapa titik yang diperkirakan sebagai perlintasan satwa langka itu.

Mulai dari lokasi korban diserang Si Belang, di sekitar barak pekerja yang tak jauh dari tempat korban Seha diterkam, dan beberapa titik lainnya.

Kamera tersembunyi itu akan merekam aktivitas satwa yang melintas termasuk harimau sumatera yang diduga menyerang perempuan pekerja HTI PT Peranap Timber.

Hasil bidikan kamera jebak, lanjut Andri Hansen, akan dilihat setelah satu pekan lamanya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved