Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Disperindag Akui Dapat Laporan Kelangkaan LPG Melon, Komisi II DPRD Pekanbaru Reaksi Begini

Masyarakat sudah banyak melaporkan beberapa hari belakangan ini, terjadi kelangkaan LPG 3 Kg di beberapa daerah di Kota Pekanbaru.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM/JOHANNES TANJUNG
Masyarakat sudah banyak melaporkan beberapa hari belakangan ini, terjadi kelangkaan LPG 3 Kg di beberapa daerah di Kota Pekanbaru. FOTO ILUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Masyarakat sudah banyak melaporkan beberapa hari belakangan ini, terjadi kelangkaan LPG 3 Kg di beberapa daerah di Kota Pekanbaru.

Sehingga ada di antaranl pedagang yang nekad menjual simelon di atas HET.

Komisi II DPRD Pekanbaru yang membidangi energi dan pertambangan, langsung merespon ikhwal ini. Wakil rakyat menegaskan, sebenarnya kelangkaan LPG 3 Kg tersebut, sudah sering terjadi di Kota Bertuah ini.

Berbagai alasan yang diutarakan Pertamina dan SPBE. Mulai dari kendala teknis, hingga kerusakan. Padahal, dari alasan klasik tersebut, membuat masyarakat jadi sulit mendapatkannya.

"Apapun alasannya, pemerintah wajib mencarikan solusinya segera. Jangan kan beberapa hari, satu hari saja tak boleh langka. Karena membuat susah masyarakat," tegas Wakil Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Hj Arwinda Gusmalina ST, kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (25/8/2022).

Selain itu, Srikandi PAN ini juga meminta kepada pemerintah, untuk benar-benar mengawasi pendistribusian LPG 3 Kg ini di pasaran. Jangan sampai ada yang tidak tepat sasaran.

Sebab sudah jelas, peruntukan LPG 3 Kg tersebut, khusus bagi masyarakat miskin, rumah tangga dan pelaku UMKM. Sementara di lapangan, masih banyak masyarakat mampu dan kalangan atas menggunakannya.

"Masalah ini harus menjadi perhatian serius. Karena terus terjadi dan meresahkan masyarakat," tegasnya lagi.

Terkait ikhwal ini, Kepala Disperindag Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut menjelaskan, bahwa sebenarnya bukan terjadi kelangkaan. Namun terjadi permasalahan teknis di  SPBE.

"Kita sudah konfirmasi ke Pertamina, ada satu SPBE yang rusak. Sehingga proses distribusi terganggu. Sementara kebutuhan masyarakat tidak bisa ditunda. Ini masalahnya," paparnya.

Kendala teknis yang dialami, kini sudah diatasi Pertamina. Pemko berharap, ke depan, distribusi LPG 3 Kg bisa lancar.

"Pasti, ini juga menjadi perhatian Pemko. Kalau ada pelanggaran ditemukan tentu akan ada tindakan tegas yang diberikan. Makanya kami minta mulai dari kecamatan, kelurahan ikut mengawasi distribusi gas subsidi ini. Termasuk juga dukungan RT dan RW," harapnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved