Breaking News:

Berita Pelalawan

DPMPTSP Pelalawan Pastikan PT TUM Tak Beroperasi Lagi Setelah Dihentikan Tim Terpadu Pemda

Aktivitas PT TUM sempat menjadi polemik di tengah masyarakat Kecamatan Kuala Kampar selama dua bulan terakhir saat melakukan pembersihan lahan.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
istimewa
Tim gabungan penyidik dari Pemda Pelalawan menyegel dan memasang spanduk larangan beraktivitas di lahan PT TUM di Desa Teluk Kecamatan Kuala Kampar beberapa waktu lalu. (Ist) 

Jika HGU dicabut, secara total PT TUM angkat kaki dari Kuala Kampar.

Pencabutan IUP-B PT TUM telah sesuai prosedur yang berlaku dan diatur dalam undang-undang.

Sebelum cabut pada November 2020 lalu, Pemkab telah melakukan beberapa kajian, termasuk turun ke areal PT MUP di Pulau Penyalai, nama lain dari Kuala Kampar.

Kemudian mengirimkan Surat Peringatan (SP) pertama ke PT TUM.

Lantaran tidak ditanggapi, kemudian berlanjut ke SP 2 sampai SP 3. Selanjutnya diterbitkan surat keputusan pencabutan IUP-B PT TUM.

Atas dasar itu juga Pemda menyurati BPN agar mencabut izin HGU yang diberikan tahun 2018.

Proses pencabutan masih berjalan sampai saat ini di BPN Kanwil Riau.

Ada beberapa alasan pencabutan izin IUP-B PT TUM oleh Pemda.

Selain tak adanya aktivitas serta tidak memenuhi kewajiban sesuai aturan, bencana Karhutla selalu muncul di atas lahan HGU perusahaan.

Namun setiap kasus Karhutla muncul, Pemda maupun pihak penegak hukum tidak mengetahui keberadaan manajemen perusahaan serta kantor operasionalnya.

"Kami beberapa kali dipanggil oleh Polres Pelalawan terkait Karhutla di lahan PT TUM selama ini. Karena polisi juga bingung mencari manajemen perusahaan," tandasnya.

Berdasarkan catatan Tribunpekanbaru.com, hampir setiap tahun bencana Karhutla muncul di Pulau Mendol, Kuala Kampar.

Mulai dari Desa Teluk, Teluk Bakau, Teluk Dalam, dan beberapa desa lainnya.

Diduga api membakar lahan HGU milik perusahaan setiap tahunnya.

Tim gabungan yang selalu berusaha payah memadamkan api dan menghilangkan asap yang diperkirakan melahan areal PT TUM.

Namun perusahaan tidak kunjung menampakan kepeduliannya.

Terakhir pada pertengah Juli 2022 lalu, beberapa hektar lahan terbakar di Desa Teluk, yang diduga masuk lahan HGU perusahaan tersebut.

( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved