Breaking News:

Video Berita

VIDEO: BKSDA Riau Temukan Jejak Baru Harimau yang Menewaskan Warga di Pelalawan

Jejak baru yang diduga milik binatang bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu didapati di beberapa lokasi termasuk di dekat tempat korban di terkam

Penulis: johanes | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau sampai saat ini masih berada di lokasi serangan harimau sumatera kepasa pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Pelalawan yang terjadi pada Jumat (19/8/2022) malam pekan lalu.

Sebanyak enam orang tim yang diturunkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya di perbatasan antara Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti dengan Desa Serapung Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan.

Tim terus menggali informasi terkait konflik binatang buas itu yang menewaskan korban bernama Seha Sopiana Manik (44) di areal PT Peranap Timber. Termasuk melakukan mitigasi, sosialisasi, hingga pemasangan kamera jebak di sekitar TKP.

"Kawan-kawan tim masih di lapangan dalam rangka sosialisasi dan pemasangan kamera trap. Ada 5 kamera yang sudah terpasang," ungkap Kepala BKSDA Riau, Genman S Hasibuan melalui Kabid Wilayah l Andri Hansen Siregar kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (24/8/2022).

Andri Hansen menerangkan, lima kamera trap itu dipasang di beberapa titik yang diperkirakan sebagai perlintasan satwa langka itu. Mulai dari lokasi korban diserang Si Belang, di sekitar barak pekerja yang tak jauh dari tempat korban Seha diterkam, dan beberapa titik lainnya.

Kamera tersembunyi itu akan merekam aktivitas satwa yang melintas termasuk harimau sumatera yang diduga menyerang perempuan pekerja HTI PT Peranap Timber.

Hasil bidikan kamera jebak, lanjut Andri Hansen, akan dilihat setelah satu pekan lamanya. Tim akan memeriksa jenis binatang yang termonitor dan untuk memastikan keberadaan individu Kucing Oren tersebut. Pihaknya juga ingin melihat jumlah harimau yang ada di sekitar lokasi yang bisa dibedakan dari ciri fisik hingga belang yang dimilikinya. Apabila lebih dari satu individu harus dipastikan harimau yang menjadi pelaku utama penyerangan.

"Kita ingin lihat apakah satwanya hanya satu individu atau lebih. Karena tim menemukan jejak baru di lapangan," papar Hansen.

Jejak baru yang diduga milik binatang bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu didapati di beberapa lokasi termasuk di dekat tempat korban di terkam serta di dekat barak pekerja.

Jejak baru itu cukup besar dan ada setelah serangan mematikan pada Jumat malam pekan lalu. Kamera trap juga telah dipasang di dekat jejak kaki yang baru muncul itu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved