Breaking News:

Camat Terduga Pelecehan Ditangkap

Akui Mencium Tapi Tak di Bibir, Camat SW Ditahan Polres Pelalawan Atas Kasus Pencabulan Siswi SMK

Saat ini SW, camat Pangkalan Lesung nonaktif itu mendekam dalam sel tahanan Polres Pelalawan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
Istimewa
Seorang Camat di Kabupaten Pelalawan berinisial SW diamankan Polres Pelalawan atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, Rabu (24/8/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan akhirnya menahan Camat Pangkalan Lesung nonaktif, SW dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur, Jumat (26/8/2022).

SW ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Pelalawan pada Kamis (25/8/2022 dini hari di rumahnya di Kota Pekanbaru.

Setelah korban yang merupakan siswi SMK melaporkan dugaan pencabulan yang dilakukan SW saat menjalani magang di kantor Camat Pangkalan Lesung.

Korban yang masih dibawah umur ini mengaku dicium oleh Camat SW sebanyak dua kali pada bagian bibir pada hari yang sama yakni 22 Juli lalu.

Setelah ia menceritakan kejadian itu kepada temannya hingga akhirnya dilaporkan ke polisi sebulan setelah pelecehan seksual itu.

"Terduga pelaku pencabulan berinisial SW telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan oleh penyidik," kata Kasubbag Humas Polres Pelalawan, AKP Edy Harianto kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (26/8/2022).

Edy Harianto menerangkan, setelah SW diamankan Tim Opsnal pada Kamis (25/8/2022) subuh, langsung dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim.

SW kemudian ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi memiliki dua alat bukti yang cukup untuk menjeratnya dalam kasus dugaan pencabulan itu.

Selanjutnya, Polres Pelalawan menerbitkan Surat Perintah Penahanan (Sprinthan) terhadap SW.

Saat ini camat Pangkalan Lesung nonaktif itu mendekam dalam sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, kata Edy Harianto, SW mengakui telah mencium siswi magang tersebut.

Namun daerah yang diciumnya bukan di bagian bibir melainkan di jidat.

Hal itu dilakukan SW sebagai tanda sayang seorang ayah kepada anak dan menganggap gadis berusia 16 tahun itu seperti anak sendiri.

Padahal dalam laporan korban kepada polisi, SW mencium dirinya pada bagian bibir sebanyak dua kali pada 22 Juli lalu. Pertama kali di ruang keuangan lantai ll kantor Camat Pangkalan Lesung.

Kemudian also cabul kedua di ruang kerja Camat SW dengan pintu tertutup dan dikunci.

"Itu pengakuan tersangka pada BAP. Penyidik saat ini terus mendalami sembari melengkapi berkas perkara," pungkas Edy Harianto.

Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan SW terhadap seorang siswi magang di kantor camat Pangkalan Lesung, viral di Pelalawan sejak Rabu (24/8/2022) lalu dan menjadi topik pembicaraan.

Korban dikabarkan trauma setelah perbuatan cabul itu dan sering pingsan.

Bahkan jika bertemu dengan SW, korban sangat terpukul termasuk mendengar namanya sekalipun.

Hingga akhirnya pada Rabu (24/8/2022) lalu gadis belia itu pingsan dan ditanya oleh temannya.

Remaja berhijab itu akhirnya menceritakan semua yang dipendamnya selama ini kepada teman dan beberapa pihak yang dipercayainya.

Alhasil laporan dimasukan ke Polsek Pangkalan Lesung dan diserahkan ke Unit PPA Polres Pelalawan.

( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved