Breaking News:

Catat! Pengumuman Kenaikan Harga Pertalite dan Solar Akan Dilakukan Pada 1 September 2022

Kenaikan harga BBM jenis Pertalite dan solar akan dilakukan pada 1 September 2022 oleh pemerintah

Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Aktivitas pengisian pertalite di SPBU di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan masih normal jelang kenaikan harga BBM bersubsidi, Selasa (23/8/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Inilah informasi soal kenaikan BBM jenis Solar dam Pertalite di Indonesia.

Dimana belakangan isu kenaikan harga BBM terus berhembus kencang.

Sejumlah tokoh sudah berkomentar terkait isu kenaika BBM ini.

Dan kini nampaknya, kenaikan harga BBM di Indonesia akan terjadi dalam waktu dekat.

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengaku dirinya mendapat informasi valid bahwa pemerintah akan mengumumkan kenaikan harga Pertalite dan Solar.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kenaikan harga Pertalite dan Solar pada 1 September 2022.

"Bilang saja, Jokowi terpaksa menaikkan harga BBM per 1 September, dengan memberikan bantalan sosial sebelum harga BBM subsidi dinaikkan," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Minggu (28/8/2022).

Kendati demikian, menurut Fahmy pemerintah harusnya dapat mengatasi dahulu subsidi BBM yang banyak salah sasaran lewat pembatasan.

"Mestinya atasi dulu salah sasaran melalui pembatasan. Jangan cari solusi gampang tanpa berkeringat," katanya.

Dia mengungkapkan, kalau saja Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembatasan BBM subsidi ditandatangani besok, maka 60 persen kuota Pertalite dapat diselamatkan.

Sayangnya untuk pembatasan BBM subsidi ini dinilai sulit terlaksana, karena dirinya menduga pengguna Solar di industri bermain via oligarki.

"Kalau Pertalite dan Solar subsidi dibatasi, industri besar pengguna Solar subsidi dirugikan. Karena itu, pilihan pemerintah menaikkan harga subsidi, bukan membatasi," pungkas Fahmy.

Adapun dia memperkirakan harga Pertalite akan naik menjadi Rp 10.000 per liter dari saat ini Rp 7.650, dan Solar menjadi Rp 8.500 per liter dari saat ini Rp 5.150.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, mengatakan penyesuaian harga BBM untuk mengurangi beban APBN merupakan langkah yang tepat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved