Breaking News:

Berita Pelalawan

Harus Disahkan Per 30 September, APBD Perubahan Dikabarkan Defisit Rp 82 Miliar, Ini Kata BPKAD

Di tengah kabar tak enak bahwa APBD murni 2022 defisit Rp 82 M lebih, kini APBD Perubahan Pelalawan harus dikebut menjelang tanggal 30 September ini.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
DPRD Pelalawan sahkan APBD 2022 pada November 2021 silam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Hingga akhir Bulan Agustus ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan belum menyerahkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2022 ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan.

Informasi yang diperoleh Tribunpekanbaru.com, APBD perubahan 2022 seharusnya sudah diserahkan ke DPRD.

Sehingga proses pembahasan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Pasalnya, sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah pusat, APBD-P harus disahkan paling lambat pada 30 September mendatang.

Jika tidak ada konsekuensi yang musti ditanggung oleh Pemda Pelalawan.

"Anggaran perubahan juga minus. Duitnya kurang dari yang dianggarkan sebelumnya," kata sumber Tribunpekanbaru.com di pemerintahan, Senin (29/8/2022).

Beredar kabar jika anggaran perubahan Pemda defisit mencapai Rp 82 Miliar lebih dari APBD murni 2022 yang sudah disahkan dan dijalankan.

Diprediksi Pemkab akan kembali melakukan pemotongan anggaran atau rasionalisasi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pelalawan, Devitson Saharuddin SH MH saat dikonfirmasi menerangkan, saat ini anggaran perubahan telah disusun.

Dalam waktu dekat rancangan APBD-P akan diserahkan ke DPRD, diawali dengan penyerahan KUA-PPAS perubahan. Dokumen itu akan bersamaan dengan rancangan APBD murni tahun 2023.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved