Breaking News:

Berita Pelalawan

Pengurus PKS Mini yang Disegel di Langgam Tak Kunjung Urus Izin, DLH Pelalawan: Tak Bisa Beroperasi

Selain Izin Mendirikan Bangunan, PKS tanpa nama dan plang itu sudah 6 tahun beroperasi dan melakukan pengolahan buah sawit yang dijual oleh masyarakat

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
istimewa
PKS mini di Desa Segati Kecamatan Langgam yang Disegel oleh tim terpadu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan pekan lalu lantaran tak memiliki izin. (Ist) 

Padahal pabrik kelapa sawit yang terletak di tepi Jalan Koridor Langgam telah beroperasi dan melakukan pengolahan.

Namun hingga 6 tahun berdiri dan beraktivitas, pabrik tersebut tak kunjung mengantongi izin dari Pemda.

"Sebenarnya sudah berkali-kali kita ingatkan. Segeralah urus izin dari dulu. Tapi tak juga diurus sampai sekarang," kata Eko Novitra.

Eko menerangkan, setelah didesak mengurus izin, pihak pengelola hanya mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) saja.

Sedangkan setumpuk izin lainnya tak kunjung diajukan untuk diproses.

Mulai dari izin yang tidak dikantongi yakni izin lingkungan, Izin Usaha Perkebunan (IUP), izin pengolahan limbah mulai dari limbah cair hingga udara, termasuk izin operasional maupun pengolahan, serta sejumlah dokumen lainnya.

Lantaran tidak kunjung memiliki izin hingga 6 tahun beroperasi, Pemda mengambil langkah tegas melakukan penyegelan.

Segel dipasang oleh tim gabungan terpadu dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Pelalawan. Diantaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perkebunan dan Perternakan (Disbunak), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta penyidik PPNS lainnya.

Tim gabungan turun ke lokasi dan menemui manajemen PKS mini itu untuk meminta sejumlah izin yang dimiliki.

Ternyata hanya ada izin IMB saja, sedangkan dokumen perizinan termasuk berkaitan dengan lingkungan belum diurus. Padahal sudah 6 tahun beroperasi dan melakukan pengolahan buah sawit selama ini.

Alhasil petugas menempelkan stiker segel di beberapa titik areal PKS mini termasuk di pintu masuk.

Kemudian menyerahkan berita acara penyegelan kepada pengurus PKS tersebut.

Sebagai peringatan agar tidak melakukan aktivitas pengolahan sebelum izin-izin dipenuhi.

Ia menjelaskan, PKS mini ini berkapasitas 5 ton perjam dengan mengolah buah sawit dari masyarakat.

Sebagian besar buah yang diolah jenis brondolan yang diantar dan dijual petani swadaya.

( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved