Breaking News:

Berita Pelalawan

Solar Langka di SPBU di Pelalawan Ditambah Kabar Kenaikan Pertalite, Masyarakat Berharap Hal Ini

Di tengah kelangkaan solar bersubsidi di Pelalawan ini, pemerintah pusat berencana akan menaikan harga Pertalite

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Aktivitas pengisian BBM biosolar di SPBU Jalan Koridor Langgam Kilometer 5 Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis biosolar masih langka di Kabupaten Pelalawan Hinga Minggu (28/8/2022).

Antrean panjang kendaraan masih terlihat di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Di tengah kelangkaan solar bersubsidi ini, pemerintah pusat berencana akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dalam waktu dekat.

Pengumuman itu menjadi buah bibir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Pelalawan.

BBM bersubsidi jenis Pertalite itu akan dinaikan harganya yang saat ini dibandrol Rp 7.650 per liter.

Tetapi belum dipastikan berapa kenaikan harga pertalite yang akan diputuskan pemerintah pusat.

Informasi yang beredar kenaikan sebesar Rp 2 ribu lebih atau tepatnya menjadi Rp 10 ribu per liternya.

Namun rencana pengumuman kenaikan harga itu belum mempengaruhi penjualan BBM pertalite di Pelalawan.

Pantauan Tribunpekanbaru.com di beberapa Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan, aktivitas pengisian pertalite masih normal.

Belum terjadi penumpukan kendaraan terlihat di pompa BBM pertalite seperti di SPBU di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved