Breaking News:

Mata Lokal Memilih

Tanggapi Pernyataan Presiden, Politisi Golkar Asal Riau Sepakat Elektabilitas Tinggi Tak Jamin. . .

Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Idris Laena, menanggapi pendapat Presiden Joko Widodo terkait elektabilitas tinggi tak jaminan bisa nyapres

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Ketua Fraksi Golkar MPR RI Idris Laena menanggapi pendapat Presiden Joko Widodo terkait elektabilitas tinggi tak jaminan bisa nyapres. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Politisi senior yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Idris Laena, menanggapi pendapat Presiden Joko Widodo.

Terkait pernyataan bahwa elektabilitas tinggi tidak jaminan bisa menjadi calon presiden (capres).

Menurut Idris Lena itu adalah pendapat yang normatif.

Idris Laena menambahkan sah-sah saja Presiden Jokowi berpendapat begitu.

Karena Undang-Undangnya memang mengatur bahwa calon presiden dan cawapres harus diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik.

"Bagaimana mungkin seseorang bisa menjadi capres atau cawapres jika tidak diusung oleh partai politik," ujar Idris Laena menanggapi.

Kemudian menurut Idris Laena, partai politik juga mudah mulai menyadari pentingnya mendorong kader sendiri untuk dimajukan sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.

Sehingga, lanjut Idris Laena, munculnya fenomena membentuk beberapa poros koalisi.

Misalkan tiga atau empat poros, akan memberi ruang bagi kader-kader partai muncul sebagai capres atau cawapres pada Pemilu 2024 yang akan datang.

Maka menurut Idris Laena, saatnya meninggalkan pola lama yang mengandalkan elektabilitas tinggi capres dan cawapres.

Sehingga dengan demikian jika calonnya adalah kader partai, maka paling tidak, akan sangat memahami flatform perjuangan Partai maupun gabungan koalisi partai.

"Pilpres 2024, yang akan terjadi adalah, capres dan cawapres akan adu gagasan, untuk melanjutkan program yang telah digagas oleh Presiden sebelumnya,"ujar Idris Laena.

"Dengan demikian, maka kesinambungan pembangunan nasional akan berlanjut,"jelas Idris.

Idris Laena yang juga Ketua Umum Satuan karya (Satkar) Ulama Indonesia ini juga menyatakan, dengan adanya tiga atau empat poros calon presiden dan cawapres, maka juga dengan sendirinya menghindari polarisasi.

"Sehingga Insya Allah, pilpres akan terhindar dari terbelahnya anak-anak bangsa,"jelasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved