Breaking News:

Berita Siak

Asiknya Melayang di Atas Permukaan Embung Terpadu Dayun Siak, Objek Wisata Desa Cocok untuk Outbond

Salah satu objek wisata yang tengah naik daun di kabupaten Siak adalah Embung Terpadu Dayun.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Dok. Desa Dayun
Suasana Embung Terpadu di desa wisata Dayun. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bepergian keluar kota bersama keluarga untuk rekreasi, terlebih di akhir pekan merupakan kelaziman bagi masyarakat kabupaten Siak sejak dahulu.

Namun saat ini, bepergian keluar kota tidak lagi menjadi prioritas utama berkat munculnya objek-objek wisata baru di Siak.

Salah satu objek wisata yang tengah naik daun di kabupaten Siak adalah Embung Terpadu Dayun. Lokasinya berada di kampung Dayun, kecamatan Dayun, kabupaten Siak. Waktu tempuh dengan mobil dari Istana Siak ke Embung Terpadu Dayun ini diperkirakan 20 -25 menit.

Dari Istana Siak, berkendara melewati jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL). Ambil jalan lurus dari bundaran simpang empat Mempura setelah menuruni jembatan megah tersebut. Sekitar 15-20 menit Anda akan tiba di simpang tiga Dayun. Berbeloklah ke kiri sejauh 4 Km, akan terlihat rambu Kampung Wisata Dayun sebelah kanan.

Dari rambu yang berada di pinggir jalan Perawang -Buton itu, masuk ke dalam sejauh lebih kurang 900 meter. Ada decak kagum saat melihat hamparan embung dengan segala fasilitasnya di sana.

Parkiran sepeda motor, mobil dan bus sangat luas di bagian atas kawasan embung. Berwisata ke Embung Terpadu ini tidak akan merogoh kocek seperti di tempat-tempat lain di Indonesia. Masuk ke kawasan wisata ini tidak dipungut biaya, relatif aman dan sangat bersahabat.

Kawasan ini cocok untuk bersantai bersama keluarga dan juga untuk outbond bersama teman kantor atau organisasi. Wahana permainan yang tersedia cukup lengkap dan harga sangat terjangkau. Di Siak, flying fox belum familiar. Nah, di embung Terpadu Dayun ini, bisa menikmati permainan flying fox dengan ongkos hanya Rp 20 ribu per orang.

Flying fox menjadi wahana terfavorit di embung terpadu Dayun ini. Anda bisa antre di menara utama di bagian pintu masuk untuk menikmati wahana ini. Setelah instruktur memasangkan saffety belt dan helm, bersiaplah melayang di atas permukaan embung sejauh lebih kurang 150 meter.

“Flying fox termasuk wahana yang favorit di embung terpadu Dayun, terlebih bagi anak -anak remaja. Wahana lain juga tidak kalah diminati wisawatan,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Dayun Nuvico Fisuri, Selasa (30/8/2022).

Shaking bridge di bawah rerimbunan pohon hijau di kawasan Embung Terpadu desa wisata Dayun.
Shaking bridge di bawah rerimbunan pohon hijau di kawasan Embung Terpadu desa wisata Dayun. (Dok. Desa Dayun)

Wahana lain yang juga menggoda dan menantang adrenalin masih banyak. Sebelum ke sana, alangkah baiknya mengabadikan setiap momen kunjungan. Lokasi zona foto sebanyak-banyaknya dengan latar yang bervariasi. Content Cretaor juga sangat cocok menjadikan kawasan ini untuk konten-konten menariknya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved