Breaking News:

Berita Pelalawan

Eks Bupati dan Wabup Pelalawan Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Pencabulan Siswi SMK oleh Camat SW

Polres Pelalawan memanggil eks Bupati Pelalawan HM Harris dan Wabup Pelalawan saat ini, H Nasarudin SH MH terkait kasus dugaan pelecehan Camat SW

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Camat Pangkalan Lesung nonaktif SW ditampilkan saat pers rilis kepada awak media. Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukan Camat Pangkalan Lesung nonaktif berinisial SW terhadap seorang siswi SMK yang sempat viral di Pelalawan pekan lalu tampaknya berbuntut panjang.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan memanggil dan memeriksa mantan Bupati Pelalawan HM Harris dan Wakil Bupati (Wabup) Pelalawan saat ini, H Nasarudin SH MH terkait kasus pencabulan yang diduga dilakukan Camat SW pada 22 Juli lalu di kantor Camat Pangkalan Lesung.

Mantan Bupati Harris dan Wabup Nasarudin diperiksa polisi pada Senin (29/8/2022) sore lalu. Mereka dimintai keterangan oleh penyidik unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim.

Kapolres Pelalawan, AKBP Guntur Muhammad Tariq SIK membenarkan pihaknya telah memanggil HM Harris dan Wabup Nasarudin terkait perkara cabul Camat SW yang telah ditangkap pada 26 Agustus lalu.

Polisi membutuhkan keterangan dari pejabat maupun mantan pejabat daerah ini, untuk membuat kasus ini secara terang benderang.

Perkara tersebut cukup dilematis karena kejadian terjadi sebulan sebelum akhirnya dilaporkan ke polisi.

"Itulah kenapa saya meminta Kasat Reskrim untuk memanggil pejabat daerah seperti mantan bupati ataupun wakil bupati. Saya mau mencari missing link. Ini terjadi missing link dalam satu bulan," tutur Kapolres Guntur kepada awak media usai pers rilis, Selasa (30/8/2022) di Mapolres.

Kapolres Guntur Muhammad menerangkan, missing link atau rentetan kejadian yang hilang dan belum utuh dari kasus pencabulan siswi SMK ini.

Untuk itu polisi perlu menuntaskan kejadian selama satu bulan pascapencabulan hingga kasusnya ditangani polisi.

Diduga ada pihak-pihak yang mengintervensi kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur ini, sehingga sempat terdiam selama satu bulan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved