Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Ormas Pemuda Melayu Gelar Demo Terkait Erotis Biduan di Acara Turnamen Golf Piala Gubernur

Puluhan orang yang mengatasnamakan dirinya dari organisasi Pemuda Melayu melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Gubernur Riau, Pekanbaru

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Puluhan orang yang mengatasnamakan dirinya dari organisasi Pemuda Melayu melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Gubernur Riau, Jalam Sudirman Pekanbaru, Senin (29/8/2022). 

Mereka menggeruduk kantor Gubernur Riau untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan kasus viral biduan sexy joget diatas meja saat turnamen golf piala Gubernur Riau dalam rangka HUT Riau ke 65.

Dengan penjagaan ketat dari petugas Satpol PP dan pihak kepolisian, massa pun melakukan orasinya di depan pintu pagar masuk kantor Gubernur Riau.

Setelah puas menyampaikan orasinya, perwakilan dari Pemprov Riau, yakni Asisten I Setdaprov Riau Masrul Kasmy akhirnya menjumpai para pendemo.

Koordinator Aksi, Erlangga usai aksi mengatakan, bahwa pihaknya dalam hal ini mempertanyakan seluruh pertanyakan masyarakat Riau terkait persoalan itu. 

"Kami minta keseriusan pemerintah juga menyampaikan ke LAM Riau untuk menjaga marwah Riau. Kita dari DPW Pemuda Melayu, kami ingin apa yang kita sampaikan ini menjadi efek jera," katanya. 

Namun, pihaknya menyoroti sanksi adat yang diputuskan oleh LAM Riau kurang tepat. Sebab dalam islam tidak ada saksi yang diberikan kepada seseorang yang melanggar norma-norma keagamaan dengan memotong kerbau.

"Kenapa harus ada pemotongan kerbau untuk kenduri, kita tak ingin lagi ada berpesta-pesta seperti itu. Kalau memang adat bersendikan syarak dan syarak bersendikan kitabullah, lalu dimana ayat atau hadist mana yang menyebutkan ketika ada orang yang melakukan maksiat atau sejenisnya kemudian potong kerbau. Dimana alquran dan sunahnya. Coba jelaskan kalau memang kita adat bersindikan syarak, syarak bersendikam kitabullah," ujarnya lagi.

Sebagai negara hukum, pihaknya justru mendorong persoalan ini dibawa ke rahah hukum jika memang ada aturan perundang-undangan yang dilanggar.

"Kalau ada persoalan hukum, dorong. Kalau memang ada pelanggaran pornoaksi, itu yang didorong penegakan hukumnya," ujarnya. 

Selain itu, pihaknya juga menyarankan para oknum pelaku diminta untuk melakukan taubat dan saling mengingatkan dalam kebaikan. 

Kalau memang pelakunya muslim, LAM Riau, MUI dan dihadiri Pemprov bisa meminta pelakukanya solat taubat terlebih dahulu. Diberikan pengajaran yang baik. Begitu juga dengan penganut agama lain. 

"Karena saling mengingatkan dalam kebaikan itu lebih etis, dari pada kita memotong kerbau,. Kami menilai itu tidak tepat," katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta kepada Panitia Penyelenggara agar bertanggungjawab karena sudah membuat kegiatan yang tidak pantas dan tidak senonoh sehingga membuat resah masyarakat Riau.

"Panitia penyelenggara dari acara tersebut harus bertanggungjawab dan transparan, kenapa hal ini bisa terjadi," ujarnya. (Syaiful Misgio)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved