Breaking News:

2 Kapal dan Dokumen Milik Surya Darmadi Tersangka Kasus Korupsi Disita Kejagung

Dua kapal yang disita sebelumnya akan digunakan untuk mengangkut crude palm oil (CPO) dengan tonase 5.000 ton.

Editor: Sesri
TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN
Tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Surya Darmadi tiba di Gedung Jampidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (15/8/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dua kapal di wilayah Sumatera terkait kasus korupsi lahan sawit PT Duta Palma Group yang menjerat Surya Darmadi disita Kejaksaan Agung (Kejagung).

Penyitaan aset Surya Darmadi berdasarkan Penetapan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Palembang Nomor: 10/Pen.Pid.Sus-TPK/2022/PN.Plg tanggal 24 Agustus 2022

Dua kapal milik Surya Darmadi itu disita pada Selasa (30/8/2022) pukul 08.00 Wita.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, kapal yang disita satu di antaranya kapal motor tunda.

Kapal dengan nama kapal Royal Palma-itu yang berada di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

"Satu unit kapal motor tunda dengan nama kapal Royal Palma-9, eks Deli Muda-II, dengan tanda panggilan YD 4513, tempat pendaftaran Jakarta, tanda pendaftaran 1997 Ba No. 921/L, ukuran 23,15 x 7,00 x 2,90, tonase kotor (GT) 166, tonase bersih (NT) 99, tahun pembangunan 1996 milik PT Delimuda Nusantara berkedudukan di Jakarta berdasarkan PAS BESAR tanggal 19 Maret 2014 yang didaftarkan di Tanjung Priok, nomor urut 158, nomor halaman 158, buku register I yang berada di Kabupaten Banyuasin," kata Ketut.

Baca juga: Lebih dari Rp 78 Triliun, Kejagung Sebut Kerugian Kasus Korupsi Surya Darmadi Capai Rp 99 Triliun

Baca juga: Ini Tumpukan Uang Rp 5,1 Triliun yang Disita Kejagung dari Surya Darmadi, Kasus Lahan di Riau

Kapal lain yang disita Kejagung adalah satu kapal tongkang dengan nama kapal Royal Palma-2.

"Satu unit tongkang dengan nama Kapal Royal Palma-2, eks Royal Palma, dengan tempat pendaftaran Dumai, tanda pendaftaran 1999 PPj No. 1199/L, ukuran 78,32 x 19,50 x 5,50, tonase kotor (GT) 2292, tonase bersih (NT) 1802, tahun pembangunan 1999 milik PT Delimuda Nusantara berkedudukan di Jakarta berdasarkan Surat Laut No. PK.205/1260/SL-PM/DK/14 tanggal 05 Maret 2014 yang didaftarkan dalam register surat laut, nomor urut 4775, nomor halaman 72, buku register XXXV yang berada di Kabupaten Banyuasin," terang Ketut.

Dua kapal yang disita sebelumnya akan digunakan untuk mengangkut crude palm oil (CPO) dengan tonase 5.000 ton.

Kemudian kapal tersebut akan menuju ke Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara.

"Posisi kapal berada di Dermaga PT Hamita Utama Karya, Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, yang direncanakan akan mengangkut crude palm oil (CPO) sejumlah 5.000 ton dengan tujuan Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara," ungkap Kutut.

Sementara itu, penyitaan yang dilakukan tidak hanya dua unit kapal, tetapi juga beberapa dokumen.

Penyitaan terhadap beberapa dokumen tersebut berdasarkan Penetapan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang Nomor: 20/Pen.Pid.Sus-TPK/2022/PN.Plg tanggal 24 Agustus 2022.

"Dilakukan penyitaan terhadap dokumen berupa satu bundel map merah TK. Royal Palma 2, satu bundel map merah TB. Royal Palma 9," tambahnya.

( Tribunpekanbaru.com/ Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved