Breaking News:

Berita Dumai

Banyak Siswa Bolos dari Sekolah Main Game di Warnet, Satpol PP Warning Pemilik Warnet di Dumai

Satpol PP minta kepada pengusaha warung internet (warnet), biliar dan sejenisnya di Dumai untuk tidak menerima pelanggan anak-anak pada jam sekolah

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com/Donny Kusuma Putra
Kepala Satpol PP Kota Dumai, Yudha Pratama warning pemilik warnet di Dumai agar menolak siswa bolos yang main game di warnetnya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menerima banyak keluhan dari pihak sekolah terkait banyaknya anak-anak didik yang bolos pada saat jam belajar, dan bermain game di warung internet (warnet).

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Satpol PP Kota Dumai, Yudha Pratama membenarkan beberapa hari belakangan pihaknya banyak menerima informasi dari ‎pihak sekolah.

Terkait banyaknya anak-anak didik yang bolos pada saat jam belajar, dan bermain game‎ online di warnet.

Yuda meminta kepada pengusaha warung internet (warnet), biliar dan sejenisnya untuk tidak menerima pelanggan anak-anak pada jam sekolah.

"Informasi yang kita terima banyak siswa cabut sekolah dan bermain game online. Oleh karena itu kita mewarning kepada pengusaha warnet dan biliar serta game lainnya agar tidak menerima anak-anak sekolah pada jam belajar," imbaunya, Rabu (31/8/2022).

Yudha menekankan bahwa jika kedapatan pengusaha warnet dan bilyar menerima pelanggan anak sekolah maka akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Semua aturan termasuk sanksi sudah tertuang di dalam perda. Jadi jika kedapatan akan kita tindak," tegasnya.

Adapun sanksi yang diatur di dalam peraturan daerah (perda) lanjut Yudha, dimulai dari teguran, sampai sanksi pencabutan izin usaha.

Selain menghimbau para pengusaha hiburan dan arena permainan, Yudha juga melakukan langkah pemcegahan ke sekolah-sekolah dengan cara memberikan pemahaman serta motivasi terhadap anak didik.

Belum lama ini, tambahnya, Satpol PP melakukan sosialisasi aturan dan pemahaman terhadap peraturan daerah kepada siswa SMP Marwah Bangsa di Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat.

"Beberapa hari yang lalu kita sudah sosialisasi perda ke sekolah SMP di Purnama dan itu sesuai permintaan pihak sekolah. Kita sosialisasikan Perda kawasan bebas rokok dan penegakan aturan," terangnya.

Dirinya berharap, dengan langkah pencegahan dari sekolah-sekolah maka akan mampu menjaga serta mengurangi kenakalan siswa didik baik di luar lingkungan sekolah.

"Kita harap yang suka cabut sekolah setelah faham aturan tidak lagi melakukan hal yang sama," ujarnya.

" Demikian juga terkait Perda lain yang dijelaskan kepada siswa agar mereka memiliki pemahaman terhadap aturan dilingkungan luar sekolah," tutup Yudha.

( Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved