Breaking News:

Berita Pelalawan

Pengusutan Dugaan Tipikor di Dinas Kesehatan Masih Terus Berjalan, Ini Penjelasan Kejari Pelalawan

Kejari Pelalawan masih akan melakukan pemanggilan kepada beberapa pihak yang diduga mengetahui kegiatan 2020 di Diskes Pelalawan..

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Kajari Pelalawan Silpia Rosalina SH MH didampingi para Kepala Seksi (Kasi) saat acara perpisahan dengan insan pers di Kabupaten Pelalawan, Senin (29/8/2022) lalu di Pangkalan Kerinci. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan menegaskan pengusutan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di tubuh Dinas Kesehatan (Diskes) tahun 2020 yang masih terus berjalan.

Penyelidikan telah dilakukan sejak empat bulan dan masih berlanjut sampai saat ini.

Kejari Pelalawan saat ini menjalankan tahap Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) dalam rangka menyelidiki dugaan korupsi di Diskes.

Termasuk mencari data-data yang akurat dalam mengungkap dugaan praktik rasuah di instansi tersebut.

"Pulbaket dan Puldata masih berjalan sampai sekarang. Kita masih pada tahap itu untuk Diskes," ungkap Kasi Pidsus Kejari Pelalawan Frederick Daniel Tobing SH MH didampingi Kasi Intelijen FA Huzni, Rabu (31/8/2022).

Daniel Tobing menerangkan, pihaknya belum bisa membeberkan secara gamblang pengusutan dugaan Tipikor di Diskes ini, lantaran masih tahap penyelidikan.

Termasuk jenis kegiatan ataupun program milik Diskes yang sedang dibidik jaksa juga tak disampaikan secara detil.

Secara aturan dan etika, perkara pada tahap penyelidikan tak bisa dibeberkan dengan terbuka, seperti pada tahap penyidikan.

Hanya saja, Korps Adhyaksa masih akan melakukan pemanggilan kepada beberapa pihak yang diduga mengetahui kegiatan yang berbau korupsi itu.

Mereka diundang dan dimintai konfirmasi serta klarifikasi dalam proses Pulbaket dan Puldata.

"Tetap on progreslah. Kalau terlalu terbuka nanti, kita takut menghalangi pengumpulan bahan, keterangan, dan data yang dibutuhkan," pungkas Daniel Tobing.

Disisi lain, Kejari Pelalawan harus membagi sumber daya yang ada dalam menangani perkara yang ada saat ini pada tahap penyelidikan, tahap penyidikan, dan sebentar lagi akan ada yang masuk tahap penuntutan.

Seperti dugaan korupsi penimbunan areal MTQ tingkat provinsi tahun 2020 di Dinas PUPR yang telah menetapkan dan menahan 4 orang tersangka, harus dikerjakan dengan cepat.

Belum lagi ada limpahan perkara Tipikor dari Polres Pelalawan yang nantinya akan dibawa ke persidangan

Informasi yang diperoleh Tribunpekanbaru.com, tim Kejari Pelalawan telah memanggil sejumlah pihak beberapa waktu lalu dari Dinas Kesehatan (Diskes), hingga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), termasuk para pejabat maupau tenaga medisnya. Mereka diminta keterangan sesuai yang dijawabkan jaksa.

"Jadi ada 5 perkara ini nantinya, termasuk yang dari polres. Kita harus kejar tayang dengan sumber daya yang ada," bebernya.

Kabar yang diterima Tribunpekanbaru.com dari seorang sumber, dugaan korupsi yang dikeker yakni seputar penggunaan dana Covid-19 tahun 2020. Diantaranya pengadaan kendaraan dinas atau operasional.

Kemudian insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) untuk Covid-19. Selanjutnya pengadaan obat-obatan, serta Barang Medis Habis Pakai (BMHP).

( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved