Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Ternyata Kenaikan Tarif Parkir Tak Pernah Koordinasi dengan DPRD Pekanbaru

Kenaikan tarif parkir tepi jalan umum, yang dilakukan Dishub Pekanbaru per hari ini, Kamis, membuat marah hampir semua kalangan.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Kenaikan tarif parkir tepi jalan umum, yang dilakukan Dishub Pekanbaru per hari ini, Kamis (1/9/2022), membuat marah hampir semua kalangan. FOTO ILUSTRASI: Seorang juru parkir sedang mengatur kendaraan yang parkir di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin (18/7/2022). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kenaikan tarif parkir tepi jalan umum, yang dilakukan Dishub Pekanbaru per hari ini, Kamis (1/9/2022), membuat marah hampir semua kalangan.

Mulai dari masyarakat umum, termasuk para wakil rakyat di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru. Legislator sejak awal tidak setuju atas kenaikan ini. Meski kenaikannya hanya Rp 1.000, namun dinilai belum waktunya.

Komisi IV DPRD Pekanbaru selaku mitra kerja Dishub Pekanbaru mengaku, sampai saat ini belum pernah membahas secara resmi dengan Komisi IV, tentang kenaikan tarif parkir ini. Baik melalui rapat dengar pendapat, ataupun komunikasi lainnya.

"Kebijakan seperti ini sama halnya Dishub tidak peka terhadap kondisional rakyat. Sekarang rakyat diserang dari berbagai lini. Kenaikan BBM, listrik, gas elpiji, dan kebutuhan pokok, ditambah lagi tarif parkir ini. Harusnya Dishub Pekanbaru sayang sama rakyat, kasihan dibuat susah," tegas Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Robin Eduar SE MH, kepada Tribunpekanbaru.com.

Politisi PDI-P ini justru tidak mempersoalkan kenaikan tarif parkir Rp 1.000. Tapi urgensinya, bahwa waktu kenaikkannya tidak pas, di saat masyarakat disuguhkan kenaikan berbagai macam sektor.

"Lebih baik sekarang, Dishub memperbaiki pelayanan. Mulai SDM Jukir, termasuk janji transaksi elektronik non tunai. Tak ada kita temukan seperti yang diutarakan Dishub. Makanya, kita segera minta dicabut saja kenaikan ini," pintanya.

Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Dapot Sinaga SE juga menyebutkan, bahwa langkah yang dilakukan Dishub Pekanbaru dengan menaikkan tarif parkir ini, tentunya melukai hati rakyat.

Apalagi saat ini, ekonomi masyarakat masih loyo, setelah dihantam pandemi Covid-19 dua tahun setengah. Sehingga, apapun alasan Dishub, tidak tepat untuk diterapkan saat ini. Termasuk alasan meningkatkan PAD.

"Tentu kita sesalkan. Kita bisa lihat ekonomi masyarakat belum stabil. Ini bukan karena hanya nilai Rp 1.000, tapi lebih kepada kepekaan naluri peduli pemerintah terhadap rakyatnya," tegas Dapot Sinaga.

Lebih ironisnya lagi, kata Dapot Sinaga lagi, pihaknya menyayangkan sikap Dishub Pekanbaru, yang sudah mempulis ke mana-mana, bahwa kenaikan ini sudah dikoordinasikan dan dibahas bersama DPRD Pekanbaru.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved