Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Pendaftar MyPertamina Meningkat Drastis Seiring Rencana Kenaikan Harga BBM

Agustiawan mengatakan, untuk saat ini memang terjadi kenaikan pada jumlah pendaftar MyPertamina di Provinsi Riau. "Hingga saat ini, total jumlah pend

Penulis: Alex | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Walau isu kenaikan BBM bersubsidi berembus deras jelang tanggal 1 September 2022, namun hingga Rabu (31/8/2022) kendaraan di SPBU tidak begitu ramai yang mengantre.

Pantauan Tribun di sejumlah SPBU, suasana masih kondusif dan normal tanpa ada terlihat antrean panjang pada Rabu siang.

Di SPBU Jalan Soebrantas misalnya, jumlah kendaraan roda dua maupun roda empat masih tetap seperti biasanya yang mengantre BBM bersubsidi. Demikian juga di Jalan Soekarno-Hatta juga tampak seperti biasa.

Pemandangan yang sama juga terlihat di SPBU Imam Munandar atau Jalan Harapan Raya, dan juga SPBU Jalan Nangka atau Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru. Kendaraan tampak tidak terlalu ramai yang mengantre mengisi BBM.

Salah seorang warga, Riyan yang mengisi BBM di SPBU Jalan Nangka mengatakan, dirinya belum mengetahui kalau akan naik begitu cepat. Karena setahunya kenaikan tersebut masih lama dilaksanakan.

"Saya belum tahu dan dengar isunya kalau naik dalam waktu dekat. Kalau isu mau dinaikkan harganya memang ada, tapi saya kira itu masih lama," ujarnya.

Lain lagi dengan Niko, warga Sukajadi yang mengisi BBM di SPBU Jalan Soekarno-Hatta. Ia mengaku sudah mendapat kabar hal itu. Namun ia heran tidak begitu banyak masyarakat yang mengisi BBM pada Rabu siang tersebut.

"Saya kebetulan istirahat kerja, jadi sempatkan singgah di SPBU ini. Mumpung masih harga lama ya. Tapi saya kurang tahu juga, kok belum begitu ramai yang mengisi BBM ya, biasanya kalau ada kabar akan naik, maka rame-rame masyarakat ngantre. Atau mungkin nanti malam bakalan rame ya," kata Niko.

Sementara itu, Pjs Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Agustiawan mengatakan, untuk saat ini memang terjadi kenaikan pada jumlah pendaftar MyPertamina di Provinsi Riau.

"Hingga saat ini, total jumlah pendaftar sebanyak 38.687 orang, dengan rincian 26.463 orang konsumen Pertalite dan 12.224 orang konsumen biosolar," kata Agustiawan kepada Tribun, Rabu sore.

Dikatakannya, rata-rata harian pendaftar sebelumnya sekitar 1000 orang per hari, tapi saat ini jumlah pendaftar meningkat drastis.

"Pada kemarin dan hari ini bahkan mencapai 2.500 orang pendaftar per hari nya," ujarnya.

Ditanya apakah ada keluhan masyarakat terkait kesulitan untuk melakukan pendaftaran MyPertamina, dikatakan Agus sejauh ini tidak ada yang terlalu signifikan.

"Sejauh ini belum ada keluhan yang signifikan. Karena masyarakat yang kesulitan biasanya datang ke SPBU dan Posko yang dibuka disetiap kota," tuturnya.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved