Breaking News:

Berita Pelalawan

Kejari Pelalawan Pelajari Putusan Kasasi Tipikor BUMD Tuah Sekata, Bakal Ada Penyidikan Baru?

Kejari Pelalawan pelajari dulu putusan kasasi Tipikor BUMD Tuah Sekata karena ada perbedaan pendapat terkait kerugian negara dengan hakim

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kasi Intelijen FA Huzni (kiri) dan Kasi Pidsus Frederick Daniel Tobing (Kanan) saat konferensi pers di kantor Kejari Pelalawan beberapa waktu lalu. Kejari Pelalawan masih pelajari putusan kasasi terkait Tipikor BUMD Tuah Sekata. 


TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan tengah mempelajari putusan kasasi kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan tahun 2012-2016 atas nama terpidana Afrizal.

Mahkamah Agung Republik Indonesia telah menerbitkan putusan kasasi perkara rasuah di tubuh BUMD Tuah Sekata itu pada Bulan Juni lalu.

Hakim Agung MA menghukum terpidana Afrizal bertambah berat dibandingkan putusan Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Tinggi (PT).

Termasuk denda pidana yang dibebankan ke Afrizal juga naik. Namun Uang Pengganti (UP) kerugian negara yang dibebankan ke terpidana Afrizal berbeda jauh dan malah turun dibandingkan dari putusan PT.

Uang pengganti pada putusan kasasi hanya Rp 1.953.465.500.

Sedangkan perhitungan auditor sebagai ahli yang digunakan Kejari Pelalawan kerugian negara mencapai Rp 3.830.206.000. Ada kekurangan atau perbedaan mencapai Rp 1.876.740.500.

"Kita akan pelajari dulu putusan kasasinya, karena ada perbedaan pendapat terkait kerugian negara ini antara kita dengan hakim," tutur Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan, Frederick Daniel Tobing SH MH didampingi Kasi Intelijen FA Huzni SH kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (2/9/2022).

Daniel Tobing menerangkan, perbedaan pendapat dan nilai terkait kerugian negara ini sifatnya cukup fatal, jika dikaitkan dengan upaya pemulihan kerugian negara.

Apalagi selisih UP kerugian negara cukup besar dan hampir separuh dari hasil penghitungan auditor pada tahap penyidikan sebelumnya.

Kejaksaan juga telah berkoordinasi kembali dengan auditor dari Inspektorat Pelalawan dan instansi tersebut tetap pada pendapatnya pada angka Rp 3,8 miliar lebih itu.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved