Breaking News:

BRGM Luncurkan “Kedai Kopi”, Gubernur Syamsuar Lepas Mahasiswa UNRI dan IPB Terjun ke Desa

Syamsuar berharap melalui kegiatan ini mahasiswa IPB dan Unri turun langsung ke lapangan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk cinta lingkungan

Penulis: Mikhael Gewati | Editor: Mikhael Gewati
DOK. BRGM
Gubernur Riau Foto bersama Kepala Kelompok Kerja Edukasi dan Sosialisasi, Wakil Rektor IV UNRI, Wakil Rektor IV IPB dan Perwakilan Mahasiswa dalam launching Program Kedai Kopi Riau BRGM (31/08/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) bekerja sama dengan Universitas Riau (Unri) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) University meluncurkan Program Kedaireka, Kolaborasi, Partisipasi dan Inovasi (Kedai Kopi) Riau, Kamis (31/8/2022)

Gubernur Riau Syamsuar yang membuka langsung peluncuran tersebut mengapresiasi Program Kedai.

"Hari ini kami mengikuti kegiatan launching program Kedai Kopi dari kerja sama BRGM bersama Unri dan IPB. Ini suatu langkah patut kami apresiasi kepada BRGM, yang menginisiasi kegiatan ini,” ucap Syamsuar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/9/2022).

Syamsuar berharap melalui kegiatan ini mahasiswa IPB dan Unri turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencintai lingkungan.

Tidak hanya itu, mereka juga dapat memberikan edukasi kepada para petani agar menanam sesuai dengan kondisi dan ramah lingkungan.

BRGM telah menjalankan program Kedai Kopi sejak 2021 melalui kerja sama dengan enam (6) perguruan tinggi yang tersebar di Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Riau, dan Kalimantan Barat.

Untuk diketahui, selain Gubernur Riau Syamsuar  hadir pula dalam peluncuran tersebut Kepala Kelompok Kerja Edukasi dan Sosialisasi BRGM Suwignya Utama, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Unri Saiful Bahri dan Wakil Rektor IV bidang Inovasi, Bisnis, dan Kewirausahaan IPB University Erika Budiarti Laconi.

Pada kesempatan itu, Suwignya Utama mengatakan, dalam bekerja BRGM akan menggandeng berbagai pihak untuk bekerjasama. Ini karena restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove tidak bisa BRGM lakukan sendiri.

“Oleh itu kami menggandeng berbagai pihak salah satunya adalah universitas-universitas,”  ujarya.

Lebih lanjuti, ia membeberkan rincian total anggaran yang keluarkan untuk pelaksanaan Kedai Kopi. Pertama Rp 4.240.426.000 dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Lalu kedua, Rp 7.364.489.000 dari BRGM.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved