Breaking News:

Berita Siak

Ketua Baznas Siak Sebut Sapi PMK di Kandis Hanya 1 Ekor Diganti Agen

Ketua Baznas Siak mengakui kesalahan pihaknya saat mendatangkan sapi dari luar kabupaten Siak tanpa konsultasi dengan dokter hewan.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Ist
Ketua Baznas Siak mengakui kesalahan pihaknya saat mendatangkan sapi dari luar kabupaten Siak tanpa konsultasi dengan dokter hewan. FOTO: Salah satu sapi yang dibeli Baznas Siak yang mengalami PMK di Kampung Pencing Bekulo, Kecamatan Kandis. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten Siak Samparis Bin Tatan mengakui kesalahan pihaknya saat mendatangkan sapi dari luar kabupaten Siak tanpa konsultasi dengan dokter hewan.

Akibatnya, dua ekor sapi yang dibeli mati karena terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Kami akui kesalahan kami tidak konsultasi terlebih dahulu ke dokter hewan dari dinas. Ini akan diperbaiki ke depannya mengingat masalah PMK ini, sebab Baznas akan tetap mempunyai program penyaluran hewan ternak kepada mustahik,” kata Samparis Bin Tatan, Kamis (1/9/2022).

Namun demikian, Samparis juga memberikan klarfikasinya bahwa tidak semua sapi yang dibeli itu sakit. Dari 12 ekor sapi yang dibeli hanya empat ekor yang sakit.

“Dari empat ekor itu mati dua ekor, yang diketahui PMK. Pihak agen bertanggungjawab, sampai saat ini sudah digantinya satu ekor,” kata Samparis.

Ia juga mengakui pembelian sapi tersebut di kabupaten Kampar, berjarak 10 Km dari Kandis. Sapi ini akan dibagikan untuk tiga kelompok, yaitu di kampung Pencing Bekulo, Sungai Gondang dan Kampung Belutu. Tidak ada pemeriksaan oleh dokter hewan karena kebiasaan jual beli sapi selama ini tidak seperti saat sekarang ini.

“Saya jelaskan bahwa ini adalah program Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) kecamatan Kandis. Dari hasil pengumpulannya mereka mengusulkan menyalurkan sapi ke mustahik. Usulan itu kami verifikasi dan memang kelompok yang akan menerima berhak menerima bantuan sapi tersebut,” kata dia.

Baznas Kabupaten hanya sebatas memverifikasi dan mengabulkan usulan UPZ Kandis. Sedangkan teknis pembelian 100 persen dilaksanakan oleh UPZ Kandis. Harga satu ekor sapi tersebut Rp 13 juta. Sedangkan sapi yang dibeli 12 ekor sehingga total
uangnya sekitar Rp 156 juta.

“Saya mengesalkan juga ketua UPZ Kandis tidak cermat dalam pembelian ini. Tetapi sudah saya tegur dan dia minta maaf. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan agen, sapi yang sakit sudah dikarantina dan yang sehat terus dipantau,” kata dia.

Namun demikian, kata Samparis, sebenarnya Baznas Siak tetap rugi secara materi, karena baru seekor yang diganti agen. “Ini jadi pelajaran bagi kami untuk ke depan jauh lebih berhati-hati,” kata dia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved