Breaking News:

Berita Siak

Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Siak Belum Sampai 50 Persen, Bupati Targetkan Ini

Bupati Siak Alfedri dan Wakil Bupati Siak Husni Merza menerima laporan Realisasi Fisik dan Keuangan 2022 yang belum menyentuh 50 persen, Kamis

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Bupati Siak Alfedri didampingi Wabup Husni Merza memimpin rapat RFK 2022 di kantor bupati Siak, Kamis (1/9/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri dan Wakil Bupati Siak Husni Merza menerima laporan Realisasi Fisik dan Keuangan 2022 yang belum menyentuh 50 persen, Kamis (1/9/2022).

Ia mendorong OPD untuk bekerja maksimal agar serapan anggaran juga maksimal pada akhir tahun nanti.

“Saat kita adakan rapat Realisasi Fisik dan Keuangan (RFK) ternyata belum mencapai 50 persen. Waktu tinggal sedikit dan itu harus kita maksimalkan, OPD harus bekerja ekstra,” kata Alfedri.

Ia menyampaikan realisasi fisik baru mencapai 47,63 persen dan keuangan sebesar 38,37 persen. Menurutnya seharusnya per 31 Juli minimal sudah 55-60 persen.

“Terkait penggunaan barang dan jasa saya sudah ingatkan bahwa ini dimonitoring oleh BPKP, sesuai arahan presiden, kejaksaan dan BPKP untuk melakukan monitoring, evaluasi, dan pengendalian terhadap Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN),” sebut Alfedri.

Ia menjelaskan, berkaitan dengan input di aplikasi P3DN seluruh OPD memang sudah menjalankannya. Namun untuk monitoring sejauh mana realisasinya, dari komponen-komponen terkait produksi dalam negeri harus diupayakan semaksimal mungkin.

“Kalau bisa 100 persen, karena komponen setiap barang dan jasa harus melalui aplikasi P3DN yang memanfaatkan produksi dalam negeri,” kata dia.

Alfedri juga mengingatkan seluruh OPD agar mengikuti evaluasi dengan baik. Dalam penggunaan e-katalog ia juga mengingatkan masing-masing OPD untuk menggunakan dan melaporkan e-katalog secara maksimal.

"Tahun ini memang belum 100 persen pengadaan barang menggunakan e-katalog, namun tahun 2023 target kita sudah 100 persen penggunaannya. Artinya, penggunaan barang tidak ada lagi di luar e-katalog. Untuk e-katalog lokal hasil produk UMKM akan segera kita sosialisasi secara masif kepada seluruh penyedia barang UMKM di kabupaten Siak,” ujarnya.

Alfedri juga mengatakan, biasa serapan anggaran dan kepatuhan OPD menjalankan kegiatan sangat baik. Kebiasaan ini harus ditingkatkan dan disesuaikan dengan perkembangan laporan. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved