Breaking News:

7 Kali Sudah Presiden Jokowi Menaikkan BBM, Pengamat: Kini Kasih Bantuan supaya Rakyat Percaya

Faktanya, bukannya menepati janji kampanye, Jokowi malah menyetujui kenaikan BBM bersubsidi yang dinilai membuat rakyat semakin susah.

Dokumentasi Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat Dolomani dari Buton, Sulawesi Tenggara saat peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (17/8/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Harga BBM Naik akhrinya naik untuk jenis Pertalite, Solar dan Pertamax.

Harga BBM Naik ini diyakini bakal merembet ke kenaikan harga bahan pokok.

Pengamat politik, Ujang Komarudin ingatkan janji Jokowi saat kampanye Pemilu Pilpres hingga stabilkan harga.

Ujang menyebut tingkat kepercayaan masyarakat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin rendah buntut kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (3/9/2022).

"Ya efeknya masyarakat makin susah, lalu kepercayaan masyarakat pada Jokowi makin rendah," kata Ujang saat dihubungi, Jumat (3/9/2022).

Ujang menilai Jokowi telah melanggar janjinya untuk menstabilkan harga sesuai kampanye Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu.

"Ya kenapa? masyarakat gak mau tahu Jokowi, pemerintah diberi mandat oleh rakyat di pilpres menang gitu untuk menstabilkan harga, mensejahterahkan masyarakat, menyiapkan lapangan kerja dan lain sebagainyasesuai janji kampanye Jokowi," ucapnya.

Faktanya, bukannya menepati janji kampanye, Jokowi malah menyetujui kenaikan BBM bersubsidi yang dinilai membuat rakyat semakin susah.

Hal ini karena akan berdampak kepada harga bahan pokok yang akan naik juga pasca-kenaikan BBM.

"Nah kalau hari ini (BBM naik) rakyat makin susah, makin menderita. Bahan-bahan pokok juga akan melambung tinggi karena inflasi juga akan tinggi," katany

Meski begitu, Ujang menyebut Pemerintah telah melakukan langkah antisipasi agar hal tersebut tidak terjadi dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT).

"Pemerintah sudah pinter dengan naikin BBM, masyarakat dikasih bantuan kan begitu. Nah itu sebagai kompensasi agar kepercayaan rakyat stabil ya. Intinya saat ini dampak politiknya kepercayaan masyarakat ke Jokowi akan rendah," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah akhirnya buka suara soal simpang siur harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang disebut-sebut bakal naik atau tidak lagi disubsidi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan harga BBM bersubsidi telah disesuaikan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved