Breaking News:

Buntut Harga BBM Naik, Pengamat Sebut Kepercayaan Publik pada Jokowi Makin Menurun

Ujang menilai Jokowi telah melanggar janjinya untuk menstabilkan harga sesuai kampanye Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu.

Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU/ALEXANDER
ILUSTRASI Foto: Aktivitas di beberapa SPBU Pekanbaru yang menjual Pertalite dengan harga Premium, Minggu (21/3/2021). Pemerintah menaikkan harga pertalite mulai 3 September 2022 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite, Solar subsidi dan Pertamax nonsubsidi pada Sabtu (3/9/2022).

Buntut Kenaikan Harga Pertalite dan Solar ini, Pengamat Politik Ujang Komaruddin menyebut tingkat kepercayaan masyarakat ke Presiden Joko Widodo semakin rendah.

Ujang menilai Jokowi telah melanggar janjinya untuk menstabilkan harga sesuai kampanye Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu.

"Ya efeknya masyarakat makin susah, lalu kepercayaan masyarakat pada Jokowi makin rendah," kata Ujang saat dihubungi, Jumat (3/9/2022).

"Ya kenapa? masyarakat gak mau tahu Jokowi, pemerintah diberi mandat oleh rakyat di pilpres menang gitu untuk menstabilkan harga, mensejahterahkan masyarakat, menyiapkan lapangan kerja dan lain sebagainya sesuai janji kampanye Jokowi," ucapnya.

Faktanya, bukannya menepati janji kampanye, Jokowi malah menyetujui kenaikan BBM bersubsidi yang dinilai membuat rakyat semakin susah.

Baca juga: Gawat, Kuota Pertalite dan Solar 2022 di Riau Makin Menipis Jelang Akhir Tahun, Cuma Sisa Segini

Baca juga: Harga Terbaru BBM Naik Hari Ini, Pertalite 10 Ribu/Liter, Pertamax Rp 14.500/Liter, Solar Rp 6.800

Hal ini karena akan berdampak kepada harga bahan pokok yang akan naik juga pasca-kenaikan BBM.

"Nah kalau hari ini (BBM naik) rakyat makin susah, makin menderita. Bahan-bahan pokok juga akan melambung tinggi karena inflasi juga akan tinggi," katanya.

Meski begitu, Ujang menyebut Pemerintah telah melakukan langkah antisipasi agar hal tersebut tidak terjadi dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT).

"Pemerintah sudah pinter dengan naikin BBM, masyarakat dikasih bantuan kan begitu. Nah itu sebagai kompensasi agar kepercayaan rakyat stabil ya. Intinya saat ini dampak politiknya kepercayaan masyarakat ke Jokowi akan rendah," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah akhirnya buka suara soal simpang siur harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang disebut-sebut bakal naik atau tidak lagi disubsidi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan harga BBM bersubsidi telah disesuaikan.

"Antara lain Pertalite, dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter," kata Arifin dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/9/2022).

Kemudian, lanjut Arifin, yakni BBM jenis Solar Subsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter.

Tak hanya BBM bersubsidi, Arifin mengatakan BBM nonsubsidi juga mengalami penyesuaian harga.

" Pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 per liter, menjadi Rp14.500 per liter," kata Arifin.

"Ini berlaku satu jam sejak saat penyesuaian harga saat ini, jadi akan berlaku pukul 14.30 WIB. Terima kasih," pungkas Arifin.

( Tribunpekanbaru.com / Tribunnews.com)

 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved