Breaking News:

Berita Pekanbaru

Dosen Unilak Minta Pj Walikota Muflihun Tak Cuci Tangan, Desak Tunda Kenaikan Tarif Parkir

Pengamat administrasi publik Dr. Trio Saputra, M.Si dari Unilak mengatakan, kenaikan tarif parkir di Kota Pekanbaru adalah keputusan tak bijak

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Rinal Maradjo
Tribunpekanbaru.com
Pengamat administrasi publik Dr. Trio Saputra, M.Si dari Universitas Lancang Kuning 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengamat administrasi publik Dr. Trio Saputra, M.Si dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) mengatakan, kebijakan soal kenaikan tarif parkir di Kota Pekanbaru, sama sekali tidak bijaksana.

Menurutnya, kenaikan tarif retribusi parkir di kota pekanbaru banyak terjadi penolakan oleh masyarakat kota Pekanbaru,

hal ini menandakan bahwa pemerintah kota telah membuat kebijakan secara mendominasi tanpa mengikutkan berbagai stakeholder didalamnya.

Trio Saputra, mengatakan, kebijakan tarif parkir di kota pekanbaru banyak penolakan oleh masyarakat disebabkan karena berbagai kepentingan tidak dilibatkan dalam pembuatan kebijakan tersebut.

Harusnya lanjut Trio Saputra, pemerintah kota Pekanbaru tidak mendominasi kebijakan ini, dikarenakan berbagai elemen tidak dilibatkan sebagaimana perkembangan ilmu administrasi publik kontemporer harusnya role of goverment.

Pemerintah dapat melayani setiap warga negaranya apa lagi di era demokrasi saat ini pembuatan kebijakan tidak boleh didominasi pemerintah saja karena banyak yang berkepentingan didalamnya sehingga dapat menyuarakan kebijakan ini menjadi keadilan bagi seluruh masyarakat tidak hanya mementingkan pemerintah dan pihak swasta.

Akibatnya saat ini kebijakan publik di buat tidak bijaksana oleh pemerintah kota Pekanbaru, keterlibatan secara collaborative governance harusnya menjadi solusi dalam kajian kebijakan ini dimana keterlibatan tidak hanya pemerintah dan swasta tapi juga melibatkan, masyarakat, akademisi dan media massa.

Hal ini untuk menjadikan kebijakan ini dapat mewakili kepentingan dalam setiap elemen stakeholder.

Dimana situasi saat ini yang begitu sulit pada masyarakat kota pekanbaru di pasca covid 19 di tambah dengan kenaikan kebijakan retribusi parkir ini mengakibatkan banyaknya penolakan.

"Dan dimana juga sarana dan prasarana parkir, petugas parkir belum profesional dalam pemberian layanan parkir sehingga masyarakat tidak akan setuju dengan adanya kebijakan ini,"ujarnya..

Harusnya saran Trio Saputra, Pj walikota Pekanbaru dengan suara masyarakat dan mengkaji ulang kebijakan ini jangan hanya mencuci tangan dengan mengatakan bahwa kebijakan ini dibuat pada walikota sebelumnya.

"Kearifan pemimpin pun juga akan dipertanyakan dengan adanya kebijakan ini karena kacamata masyarakat kepada pemerintah kota adalah walikotanya,"ujarnya.

Berbagai alasan dalam kenaikan PAD melalui parkir saat ini belum tepat harusnya pemerintah lebih dapat mengefisiensikan setiap pengeluaran dari OPD nya. Serta dapat mengoptimalkan PAD melalui tata kelola yang baik dari berbagai.

Trio Saputra menambahkan, solusi dalam menaikan parkir terdampak langsung kepada masyarakat bukan soal harga penambahan seribu rupiah tapi lebih kepada pelayanan publik apa yang ditingkatkan dari kenaikan parkir ini.

"Sehingga masyarakat merasa bahwa kenaikan parkir ini juga sejalan dengan pelayanan yang diberikan dari petugas maupun sarana dan prasarana yang di dapat masyarakat pengguna parkir,"ujarnya.( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved