Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Isi Warung di Pekanbaru Dimaling Berbulan-bulan, Pelakunya Terungkap dari Rekaman CCTV

Pada Agustus 2022, Murzal pun coba untuk membuka cctv di dalam warung, alangkah kagetnya Murzal, karena pelaku adalah orang yang selama ini sudah

Penulis: Rizky Armanda | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pria bernama Muhammad Murzal, warga yang tinggal di Pasar Tangor Kecamatan Tenayanraya Pekanbaru ini, mengalami kerugian hingga ratusan juta. Ini akibat isi warungnya dimaling selama berbulan-bulan oleh pelaku inisial A.

Pelaku sendiri bukanlah orang yang dicurigai selama ini, karena korban Murzal sudah menganggap pelaku sebagai adik angkat karena dekatnya dengan korban.

Kisahnya mulai sejak Oktober 2021 silam, saat itu Murzal bertemu dengan seorang pekerja bangunan alias tukang di sekitaran rumahnya di Tenayanraya.

Saat itu pelaku A bekerja dengan warga lain di sana mengerjakan proyek bangunan. Karena terkesan dengan keramahan dan kebaikan pelaku A saat itu, korban pun meminta pelaku untuk mengerjakan rehab toko grosir miliknya.

Maka pelaku A pun sejak Oktober mulai bekerja di tempat korban, selama bekerja pelaku selalu memperlihatkan sikap sopan dan hormatnya kepada keluarga korban, sehingga korban semakin percaya dan tidak pernah merasa curiga dengan A saat itu.

Saat bekerja di tempat grosir kelontong korban, korban pun memberikan tempat tinggal di dekat toko grosirnya sejak bekerja ditempatnya.

Pelaku bekerja hingga beberapa bulan di tempat korban, dan ternyata selama bekerja di tempat korban itu, pelaku A mulai menjalankan aksinya mengambil isi toko.

Kondisi yang tidak stabil mulai dirasakan korban pada Januari 2022, saat itu mereka heran kondisi keuangan warung goyang, tagihan terus membengkak dari sales, sementara pendapatan tidak terlihat.

"Januari itu keuangan kami mulai goyang, kami heran pembeli seperti biasa saja dan barang yang keluar juga seperti biasa, tapi kok keuangan goyang,"ujar Murzal bercerita.

Karena kondisi makin sulit, Murzal dan istrinya saat itu menjual bedeng atau tempat bakar bata milik mereka di daerah Tenayanraya, seharusnya harganya bisa mencapai Rp150 juta, namun karena terdesak laku 105 juta saat itu.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved