Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Terungkap Identitas Mayat Terapung di Pangkalan Kerinci, Hasil Visum Tak Ada Tanda Kekerasan

"Korban diketahui bernama Muhammad Rizky berusia 19 tahun. Ia ditemukan telungkup dan mengapung di parit," ungkap Kapolres Pelalawan, AKBP Guntur Muha

Penulis: johanes | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Mayat tanpa identitas yang ditemukan mengapung di sebuah parit di Jalan Pelita Kelurahan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan pada Jumat (2/9/2022) pagi akhirnya menemukan titik terang.

Identitas mayat laki-laki itu akhirnya terungkap setelah polisi turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah mendapat laporan. Tim dari Polres Pelalawan dan Polsek Pangkalan Kerinci melakukan pemeriksaan di lokasi serta mengevakuasi jenazah korban serta membawa barang-barang yang ditemukan di TKP, termasuk satu unit sepeda yang diduga milik pelaku.

"Korban diketahui bernama Muhammad Rizky berusia 19 tahun. Ia ditemukan telungkup dan mengapung di parit," ungkap Kapolres Pelalawan, AKBP Guntur Muhammad Tariq SIK melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Mahendra Yudhi Lubis kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (2/9/2022).

Berdasarkan hasil identifikasi, korban Rizky beralamat di Jalan Ambisi Ujung Kelurahan Kerinci Timur, Pangkalan Kerinci. Pemuda itu merupakan anak dari Hermanuddin (49).

Pihak keluarga sudah mencocokan semua ciri-ciri dan barang-barang milik korban. Korban diketahui hilang dan tidak kembali ke rumah satu hari sebelum ditemukan meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, kata Kapolsek MY Lubis, pada Kamis (1/9/2022) korban keluar rumah untuk bermain sekitar jam 16.00 wib. Rizky menggunakan sepeda merk Pasifik warna putih merah. Korban sempat dilarang orangtuanya saat hendak keluar rumah.

Namun sekitar jam 18.00 wib, ayah korban Hermanuddin pulang dari tempat kerjanya dan sampai ke rumah di Jalan Ambisi Ujung. Ia melihat putranya tidak di belum pulang ke kediaman, padahal hari sudah mulai gelap menjelang Maghrib.

Lantas Hermanuddin mencari keberadaan anaknya itu di seputar Jalan Pelita dan sekitarnya. Namun tidak berhasil bertemu dengan Rizky sampai jam 02.00 wib dini hari, hingga ayahnya memilih pulang ke rumah. Sekitar jam 07.00 wib, Hermanuddin lewat dari Jalan Pelita dan melihat banyak warga yang berkumpul sambil melihat ke arah parit.

"Ayah korban mendekati keramaian dan melihat sesosok mayat telungkup di parit itu. Pas melihat pakaian dan sepeda korban, ia yakin jika mayat itu anaknya," tambah Kapolsek Kompol Lubis.

Setelah polisi mengevakuasi korban dari dalam parit, sang ayah memastikan jika mayat pria itu adalah putranya dan sepeda merk Pasific berwarna merah putih itu milik anaknya. Dugaan polisi sementara, korban terjatuh ke dalam parit saat bersepeda di Jalan Pelita.

"Menurut keterangan ayah kandungnya, korban mengidap penyakit struk ringan selama ini," papar MY Lubis.

Polisi membawa mayat tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci untuk dilakukan visum. Saat polisi hendak dilakukan autopsi, pihak keluarga menolak dan dibuatkan dalam berita acara.

Lurah Kerinci Timur, Ridho Afalda STTP M.Si membenarkan penemuan mayat seorang laki-laki di wilayahnya yang sempat membuat heboh. Setelah dicek ternyata korban bernama Muhammad Rizky (19) yang tinggal di Jalan Ambisi. Sejak sore korban tidak kunjung pulang bermain sepeda hingga malam. Namun pagi harinya ditemukan meninggal dunia di dalam parit di Jalan Pelita.

"Hasil visum RSUD Selasih, tidak ad tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Ia mempunyai riwayat penyakit kejang-kejang," kata Lurah Ridho.

Ia memperkirakan, penyakit korban kambuh saat bermain sepeda di Jalan Pelita hingga akhirnya masuk ke parit. Lantaran tidak ada yang melihat dan menolong, nyawa korban tak bisa diselamatkan. Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.

( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved