Breaking News:

Berita Siak

Cegah Stunting, Forikan Siak Berikan Pelatihan Pembuatan PMT di Kerinci Kanan

Pencegahan stunting masih menjadi salah satu program prioritas Pemkab Siak.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Ketua Forikan Siak Rasidah Alfedri 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Pencegahan stunting masih menjadi salah satu program prioritas Pemkab Siak.

Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Siak paling getol membantu Pemkab Siak untuk upaya pencegahan ini.

Salah satu program Forikan Siak adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang berprotein untuk Balita. Sasarannya adalah Balita di Lokus stunting di kabupaten Siak. PMT tidak diberikan begitu saja namun diberikan pelatihan meracik makanan tambahan berprotein kepada kader Posyandu di kampung-kampung.

“Forikan Kabupaten Siak bekerjasama dengan PT Bumi Siak Pusako telah menggelar penyuluhan stunting bagi kader-kader posyandu dan melatih untuk membuat makanan berprotein hewani,” kata Ketua Forikan Siak Rasidah Alfedri, Senin (5/9/2022).

Ia mengatakan, pada Senin in pihaknya memberikan pelatihan di kecamatan Kerinci Kanan. Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan edukasi kepada kader Posyandu.

Rasidah menyampaikan, sasaran untuk penyembuhan dan pencegahan stunting adalah kader-kader Posyandu. Sebab kader posyandu adalah ujung tombak untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang kesehatan masyarakat.

“Misalnya menyelenggarakan pelayanan kesehatan ibu dan anak, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala anak, mendeteksi perkembangan anak, hingga memantau status imunisasi dan tindakan orang tua tentang pola asuh anak,” kata dia.

Menurutnya Kader Posyandu juga berperan memberikan layanan konsultasi, konseling, diskusi kelompok, atau demonstrasi bersama orang tua Balita. Karena itu kader posyandu diharapkan bisa mengedukasi dan memotivasi orang tua Balita agar terus menerapkan pola asuh yang baik pada anaknya.

“Saya berharap kader Postandu bisa menyampaikan informasi yang didapat kepada masyarakat. Mulai darimana penyebabnya, apa ciri-cirinya, dan bagaimana dampaknya serta bagaimana cara mengatasinya,” kata Rasidah.

Rasidah juga meminta Kader Posyandu harus menyampaikan sosialisasi itu kepada ibu-ibu hamil, ibu-ibu yang memiliki Balita dan remaja-remaja putri yang ada di masing-masing kampung. Masih banyak kader posyandu yang belum mengetahui apa itu stunting, sementara kader posyandu wajib tahu dan bisa memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai stunting tersebut.

“Selama ini, biasanya kita memberikan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau kepada anak-anak Balita. Sementara bubur kacang hijau tersebut mengandung protein nabati, dan kalau dikasih santan juga ada lemaknya. Oleh karena itu kita ubah kebiasaan ini dengan memberikan tambahan makanan yang mengandung protein hewani yang didapat dari ikan dan daging,” ungkap istri Bupati Alfedri ini.

Menurutnya, masalah stunting tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat. Perlu waktu yang lama dan harus ada kolaborasi dari semua pihak yang dilakukan secara terus-menerus.

“Mudah-mudahan dengan kerja sama kita semua, masalah stunting yang merupakan masalah nasional ini bisa kita atasi bersama,” tandasnya.

Kegiatan pelatihan PMT dan sosialisasi ini dilaksanakan selama seminggu dengan lokasi berbeda di kabupaten Siak. Terutama pada Lokus penanganan stunting. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved