Breaking News:

Penampakan Oknum Polisi Berpangkat Aipda Pakai Baju Tahanan dan Diborgol, Dihadirkan pada Konpres

Oknum polisi berpangkat Aipda memakai baju tahanan warga oren dan diborgol. Ia dihadrikan dalam keterangan polisi di lampung

Editor: Budi Rahmat
tribun lampung
Oknum Polisi bepangkat Aipda yang dihadirkan dalam keterangan pers 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Beginilah penampakan oknumm polisi berpangkat Aipda yang dihadirkan langsung dalam keterangan pes kepolisi di Lampung.

Pelaku oknum polisi memakai baju tahanan dan terlihat diborgol kemudian dihadirkan didepan awak media.

Ya, oknum polisi Aipda RS menembak rekannya sendiri yakni Aipda K hingga tewas. Kejadian tersebut tentu saja membuat gempar.

Tentu saja imbasnya adalah pemecatand an hukum pidana. Tak tanggung-tanggung hukuman penjara selama 15 tahun menanti

Ya, Oknum anggota polisi pelaku penembakan rekannya sesama anggota polisi terancam pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara selama 15 tahun.

Selain itu, pelaku juga akan menjalani sidak etik dalam waktu dekat.

"Secara paralel, sidang kode etik harus tetap dilanjutkan," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mewakili Kapolda Lampung Irjen Pol Akhmad Wiyagus saat konferensi pers, Senin (5/9/2022).

Polda Lampung bersama Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) tengah mempersiapkan sidang kode etik profesi Polri.

Ia mengatakan, sementara untuk pasal pidananya yaitu pasal 338 sebagaimana diatur dalam pasal 184, dimana ada keterangan saksi, dan ada bukti surat bentuk petunjuk, maka dari itu korban divisum dan dilakukan autopsi.

Mengutip dari buku Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, pasal 338 KUHP berbunyi.

"Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun."

Selajutnya pasal 184 menurut Undang-Undang No.1 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, Pasal 184 (1) ada disebutkan bahwa alat bukti yang sah ialah keterangan saksi; keterangan ahli; surat; petunjuk; keterangan terdakwa.

"Pengungkapan kasus ini harus benar-benar berdasarkan Scientific Crime Investigation," ujar Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

Kronologis Kejadian

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved