Breaking News:

Kisruh PPP

PPP Riau Pilih Bungkam Terkait Kisruh Kepengurusan Pusat

Kader PPP Riau memilih untuk tidak mau menanggapi perihal kekisruhan di DPP PPP termasuk Ketua DPW PPP Riau Syamsurizal

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Riau Syamsurizal terkesan bungkam dengan persoalan di PPP Pusat. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kisruh Kepengurusan Partai Persatuan Pembangun (PPP) pusat menjadi perbincangan hangat semua pihak dalam dua hari terakhir, apalagi setelah dilengserkan Ketum sebelumnya Suharso Monoarfa.

Namun di sisi lain banyak kader yang masih setia bersama Suharso Monoarfa dan membela kepemimpinannya, meskipun sudah ditetapkan sebelumnya Plt Ketua Umum Mardiono dalam Mukernas PPP.

Tidak sampai di situ, Suharso Monoarfa juga tidak menerima keputusan partai yang menyelenggarakan Mukernas dadakan tersebut, dirinya akan melawan keputusan itu.

Sementara itu aktivitas di kantor DPW PPP Riau di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru terlihat berjalan seperti biasa, tidak ada aktivitas apapun di kantor yang terdiri dari beberapa ruko tersebut.

Bahkan saat Tribunpekanbaru.com mencoba menanyakan aktivitas kepada seorang petugas yang tinggal di kantor itu, ia mengaku tidak ada pengurus yang berada di kantor.

Sementara saat dicoba konfirmasi perihal kisruh di DPP tersebut kepada Ketua DPW PPP Riau Syamsurizal, tidak mau merespon, baik itu pesan WhatsApp yang dikirim maupun telepon juga tidak diangkat.

Syamsurizal sendiri sudah dicoba dihubungi sejak Senin (5/9/2022) namun hingga Selasa (6/9/2022) belum juga mau merespon, meskipun dicoba ditelepon terus berulang.

Begitu juga dengan kader lain memilih untuk tidak mau menanggapi perihal kekisruhan di DPP tersebut.

Seorang anggota dewan dari PPP di DPRD Riau saat dikonfirmasi juga memilih untuk tidak mau berkomentar karena ranahnya di pusat.

"Kami tidak berani tanggapi, karena ini masih bergulir,"ujar anggota dewan tersebut.

Begitu juga kubu lawannya Suharso Monoarfa yang jelas-jelas melawan yakni kader senior PPP Rusli Efendi, ia juga belum mau merespon terkait kekisruhan partai.

Sebelumnya mantan ketua PPP ini dengan lantang meminta Suharso Monoarfa untuk mundur sebagai ketua, namun setelah dilengserkan, dirinya memilih untuk irit bicara dan bungkam.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved