Breaking News:

Berita Inhu

Video Mesum Tersebar, Pelajar di Inhu Trauma, Korban dan Pelaku Sama-sama di Bawah Umur

Kuasa hukum korban, Imeldalius mengatakan bahwa setelah viralnya video mesum tersebut saaat ini korban masih trauma

TRIBUNPEKANBARU.COM/BYNTON SIMANUNGKALIT
Kuasa hukum korban video mesum pelajar, Imeldalius berfoto bersama orangtua korban saat menghadiri sidang perdana di PN Rengat. 


TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Kejadian video mesum anak di bawah umur sempat viral beberapa waktu lalu di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Saat ini persoalan tersebut sudah sampai pada tahap persidangan pertama di Pengadilan Negeri (PN) Rengat.

Proses persidangan tersebut digelar pada Senin (5/9/2022) lalu.

Di mana terdapat lima orang pelaku yang masih di bawah umur.

Kuasa hukum korban, Imeldalius mengatakan bahwa setelah viralnya video mesum tersebut saaat ini korban masih trauma.

Bahkan korban masih sering menangis apabila ditanya soal kejadian tersebut.

"Akibat tindakan lima pelaku yang masih di bawah umur tersebut yang memaksa korban dan disetubuhi, dilecehkan dan direkam itu sangat menimbulkan trauma yang mendalam bagi korban anak RSP alias R,” jelasnya.

“Setiap ditanya terkait masalah tersebut, korban selalu keringat dan menangis, serta cenderung sering melamun dan diam, tidak berani melihat laki-laki," imbuhnya.

Oleh karena itu, Imeldalius meminta keadilan dalam perkara ini dapat ditegakkan.

"Sebagai kuasa hukum korban, tentu kita sangat menyayangkan hal ini terjadi dan kita berharap pelaku dapat diberikan hukuman yang seberat-beratnya serta meminta keadilan seadil-adilnya untuk korban,” ujarnya.

“Sesuai Undang-undang (UU red) 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," sambung Imelda.

Ia juga berharap agar masyarakat tidak ikut-ikutan memviralkan video mesum tersebut.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menghapus video asusila tersebut,” tegasnya.

“Karena apabila ditemui masih ada yang menyimpan, memposting dan menyebarkan video tersebut, kami tidak segan-segan melakukan tidakan hukum untuk membuat laporan ke Kepolisian Republik Indonesia terkait UU ITE,” lanjutnya.

“Kita berharap hal semacam ini tidak terjadi lagi di masyarakat," tutup Imelda.

( Tribunpekanbaru.com / Bynton Simanungkalit )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved