Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Turun 5 Bulan dari Tuntutan JPU, Hakim PN Pelalawan Vonis Terdakwa Kasus Tanah Urug Ilegal

JPU meminta hakim untuk menjatuhkan vonis kepada Parlindungan dengan pidana penjara 1 tahun 3 bulan yang dikurangi selama terdakwa berada dalam tahana

Penulis: johanes | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Pelalawan membacakan putusan kasus penambangan tanah urug ilegal atau galian C ilegal atas nama terdakwa Parlindungan Lubis pada Senin (5/9/2022) sore lalu.

Perkara galian C atau tanah timbun disidangkan secara offline di ruang sidang utama PN Pelalawan. Pasalnya, terdakwa Parlindungan Lubis tidak dilakukan penahanan dan mengikuti persidangan secara normal setiap agenda sidang.

Malis hakim yang memimpin sidang diketuai oleh Ellen Yolanda Sinaga SH MH didampingi Jetha Tri Dharmawan SH MH dan Muhammad Ilham Mirza SH MH sebagai hakim anggota.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Rahmat Hidayat SH. Terdakwa Parlindungan Lubis datang dengan didampingi keluarga dan sanak familinya.

Hakim Ellen Yolanda Sinaga membacakan putusan di depan terdakwa Parlindungan Lubis yang duduk di kursi pesakitan. Vonis sebanyak belasan halaman dibacakan secara rinci mulai dari dakwaan, keterangan saksi, pendapat ahli, tuntutan hingga pertimbangan lainnya. Pada poin mengadili, hakim meminta Parlindungan untuk berdiri.

"Menyatakan terdakwa Parlindungan Lubis telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penambangan tanpa perizinan berusaha dari pemerintah pusat. Sebagaimana dalam dakwaan primer," kata Hakim Ellen Yolanda.

Hakim menjatuhkan pidana kepada Parlindungan Lubis dengan pidana penjara selama 10 bulan.

Terdakwa juga dibebankan pidana denda sebesar Rp 100 juta, apabila denda tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Parlindungan dikurangkan seluruhnya dari pidana kurungan.

Majelis hakim juga meminta terdakwa untuk tetap ditahan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved