Breaking News:

Berita Siak

Anak Stunting Terbanyak di Mempura, Ketua TP PKK Siak Minta Penuhi Protein untuk Anak

TP PKK dan Forikan Siak mempunyai konsentrasi membantu pemerintah untuk penangan dan pencegahan stunting.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Ketua TP PKK dan Forikan Kabupaten Siak Rasidah Alfedri memberikan penyuluhan pencegahan stunting kepada kader Posyandu di aula kantor camat Mempura, Rabu (7/9/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - TP PKK dan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Siak mempunyai konsentrasi membantu pemerintah untuk penangan dan pencegahan stunting.

TP PKK memfokuskan ke 6 kecamatan yang menjadi Lokus stunting terbanyak di kabupaten Siak, baik berupa penyuluhan maupun memberikan Pelatihan Makanan Tambahan (PMT) untuk Balita.

“Kami sudah memberikan penyeluhan dan pelatihan PMT di sejumlah kecamatan, termasuk sebelumnya di kecamatan Kerinci Kanan dan Sungai Mandau. Ada enam kecamatan yang menjadi lokus penanganan penurunan angka stunting di kabupaten Siak ini,” kata Ketua TP PKK Siak Rasidah Alfedri, Rabu (7/9/2022).

Ia merincikan, ke enam kecamatan itu adalah kecamatan Kerinci Kanan, Sungai Mandau, Mempura, Dayun, Bungaraya dan kecamatan Minas. Sebab di enam kecamatan itu terdapat jumlah kasus yang lebih banyak dibanding kecamatan lain.

Dari data sementara hasil penimbangan Balita Agustus 2022, kecamatan Mempura menjadi rekor jumlah anak stunting terbanyak. Sedikitnya terdapat 137 anak yang mengalami stunting di sana.
Sedangkan di kecamatan Dayun sebanyak 118 anak, Kecamatan Kerinci Kanan sebanyak 18 anak, dan Sungai Mandau sebanyak 112 anak.

“Makanan berprotein hewani sangat dianjurkan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan Balita stunting. Saat ini kami mengejar itu, agar anak -anak kita memperoleh gizi baik dan terhindar dari stunting,” kata dia.

Rasidah juga menyasar kader-kader Posyandu dalam penyukuhan dan PMT. Pada Rabu ini, Rasidah juga menggelar kegiatan penyuluhan pencegahan stunting di kantor Camat Mempura dan Dayun.

Menurut Rasidah, kekurangan protein hewani dapat menyebabkan permasalahan gizi yang serius, salah satunya stunting. Padahal sumber protein hewani juga ada yang gampang diperoleh yaitu telur, jika daging sapi harganya mahal.

“Bisa juga diganti dengan ikan dan tidak melulu yang mahal-mahal. Kami mengajak ibu-ibu kader Posyandu untuk tidak lagi memberikan makanan tambahan kepada Balita dengan bubur kacang hijau, karena bubur tersebut hanya mengandung protein nabati yang nutrisinya tidak cukup bagi anak," ucap Rasidah.

Pihaknya baik dari TP PKK maupun Forikan bekerjasama dengan PT Bumi Siak Pusako (BSP), dalam memberikan pelatihan membuat PMT berprotein hewani bagi kader posyandu di enam kecamatan tersebut. Ia juga mengetuk kesadaran perusahaan untuk peduli terhadap kondisi stunting yang masih banyak dialami anak-anak Indonesia.

“Kepada ibu-ibu di manapun berada kami menghimbau agar berkreasi untuk membuat makanan tambahan yang berbahan protein hewani.
Kami pernah membuat dua menu yang berbahan telur dan ikan lele, yaitu menu Tahu Fantasi berbahan telur puyuh dan menu Pergedel Lele berbahan dari ikan lele," katanya.

Menurut Rasidah, ia tidak akan berhenti berjuang untuk menurunkan angka stunting di kabupaten Siak, baik dalam kapasitas sebagai pribadi, apalagi ketua Forikan dan TP PKK kabupaten Siak. Karena itu ia meminta kerjasama dan partisipasi semua pihak terhadap isu stunting tersebut. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved