Breaking News:

Harga TBS Sawit Riau

Faktor Eksternal Pengaruhi Turunnya Harga Sawit di Riau, Imbas Lockdown di China

Turunnya harga sawit di Riau dipengaruhi oleh faktor eksternal, di antaranya kondisi di China.

Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
Turunnya harga sawit di Riau dipengaruhi oleh faktor eksternal, di antaranya kondisi di China. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Turunnya harga sawit di Riau dipengaruhi oleh faktor eksternal, di antaranya kondisi di China.

Lockdown China melawan penyebaran virus Covid-19 dan berkurangnya permintaan CPO dari negara tirai bambu.

Hal itu memicu turunnya harga sawit di Riau pekan ini di seluruh kelompok umur.

Penurunan tertinggi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terjadi di kelompok umur 10 - 20 tahun yakni sekitar Rp 28,29 per kilogram . Sehingga harganya pekan ini Rp 2.523,03 per kilogram .

Kepala Dinas Perkebunan Riau Ir Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi kepada Tribun, Selasa (6/9/2022) mengatakan pada penetapan ke 35 bulan Agustus 2022 (periode 7-13 September 2022) ini harga sawit di Riau turun 1,11 persen dari pekan lalu.

Ia mengatakan dari faktor eksternal turunnya harga sawit di Riau disebabkan harga komoditas minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) ambles 6,16 persen dalam sepekan.

Penurunan terbesar terjadi pada dua hari perdagangan terakhir minggu ini, setelah China melakukan lockdown di beberapa wilayahnya.

Mengacu pada Refinitiv, harga CPO dalam dua hari awal pekan ini relatif stabil dan hanya mengalami penurunan sedikit.

Sedangkan dalam dua hari perdagangan terakhir secara kumulatif ambles 5,52 persen .

Pada tengah pekan ini atau hari Rabu (31/9/2022) bursa Malaysia libur memperingati hari kemerdekaan Malaysia.

Harga CPO telah turun hingga 45 persen dari level tertinggi yang dicatatkan akhir April tahun ini atau tepat sehari setelah larangan ekspor CPO diberlakukan oleh pemerintah Indonesia. Pada 29 April 2022, harga CPO sempat menembus MYR 7.104 per ton.

Sementara dari sisi permintaan berpotensi menurun ketika China kembali melakukan lockdown untuk melawan penyebaran virus Covid-19.

Seperti diketahui, China masih memberlakukan zero Covid, sehingga ketika ada kasus baru maka mereka akan langsung lockdown wilayahnya. China merupakan konsumen CPO dunia terbesar setelah India.

Bahkan, jika melansir data dari UN Comtrade, China merupakan konsumen terbesar kedua untuk CPO Indonesia pada periode 2016-2020. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved